SUARA INDONESIA

Kuota Hanya 576, Pendaftar Sekolah Maung SMKN 1 Katapang Tembus 1.312 Orang

Asep Tedi - 15 June 2026 | 22:06 - Dibaca 34 kali
Pendidikan Kuota Hanya 576, Pendaftar Sekolah Maung SMKN 1 Katapang Tembus 1.312 Orang
Panitia SPMB Sekolah Maung SMKN 1 Katapang Bandung. (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, BANDUNG - Antusiasme masyarakat terhadap program Sekolah Maung di SMKN 1 Katapang, Kabupaten Bandung, terbilang tinggi.

Tercatat sebanyak 1.312 calon murid baru mendaftar pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, sementara kuota yang tersedia hanya 576 siswa.

Para pendaftar tidak hanya berasal dari Kabupaten Bandung, tetapi juga dari sejumlah daerah lain di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Karawang.

Tingginya minat tersebut menunjukkan bahwa Sekolah Maung menjadi salah satu pilihan masyarakat dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang SMK.

Sekretaris SPMB SMKN 1 Katapang, Muhamad Widi, mengatakan sekolah menerima sebanyak 576 calon murid baru yang akan ditempatkan dalam 18 rombongan belajar (rombel), dengan masing-masing kelas berisi 32 siswa.

"SMKN 1 Katapang memiliki tujuh program keahlian, yaitu Elektro, Otomotif, Mesin, Tekstil, Broadcasting, TKJ, dan RPL. Total yang diterima sebanyak 576 siswa atau 18 rombel," ujar Widi kepada wartawan, Senin (15/6/2026).

Ia menjelaskan, seluruh calon murid yang dinyatakan diterima kini tinggal menunggu pelaksanaan pra-Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Berbeda dengan mekanisme sebelumnya, pada program Sekolah Maung tidak terdapat pembukaan SPMB tahap satu maupun tahap dua karena proses penerimaan hanya dilakukan dalam satu tahap.

"Calon murid yang sudah diterima tinggal menunggu kegiatan pra-MPLS. Untuk Sekolah Maung, tidak ada SPMB tahap satu maupun tahap dua, karena seluruh proses dilakukan dalam satu tahap," katanya.

Widi menambahkan, pihak sekolah telah melakukan sosialisasi program Sekolah Maung secara masif hingga ke tingkat desa serta lingkungan RT dan RW.

Menurutnya, masyarakat cukup memahami dan mendukung kebijakan yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut.

"Alhamdulillah masyarakat menerima dan mendukung kebijakan Gubernur Jawa Barat terkait Sekolah Maung," ujar Widi.

"Sosialisasi yang dilakukan hingga tingkat desa dan lingkungan masyarakat cukup membantu pemahaman warga mengenai program ini," pungkasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Asep Tedi
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV