SUARA INDONESIA

MATAMUDA 2026 Dimulai, Kemenag Jatim Perkuat Moderasi Beragama dan Madrasah Ramah Anak

Jefri Hadi - 14 July 2026 | 07:07 - Dibaca 28 kali
Pendidikan MATAMUDA 2026 Dimulai, Kemenag Jatim Perkuat Moderasi Beragama dan Madrasah Ramah Anak
Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur resmi membuka Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Pelajaran 2026/2027. (Foto: Humas Kemenag Jatim/suaraindonesia.co.id)

SUARA INDONESIA, SIDOARJO - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur resmi membuka Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Pelajaran 2026/2027, Senin (13/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal bagi madrasah untuk mengenali karakter, potensi, bakat, dan cita-cita setiap murid baru sekaligus memperkuat pendidikan karakter melalui nilai-nilai moderasi beragama.

Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, mengatakan masa ta'aruf tidak sekadar menjadi kegiatan pengenalan lingkungan madrasah, tetapi juga momentum membangun fondasi karakter generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

"Setiap anak memiliki potensi, keinginan, kemauan, dan cita-cita yang harus dikembangkan. Tugas kita adalah membantu mereka mengenali dan mengoptimalkan potensi tersebut agar tumbuh menjadi generasi yang unggul," kata Sruji saat membuka MATAMUDA di Aula Kanwil Kemenag Jawa Timur.

Menurutnya, madrasah memiliki peran strategis dalam mendampingi murid sejak hari pertama memasuki lingkungan pendidikan.

Karena itu, proses pengenalan harus diarahkan untuk menumbuhkan keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, serta kecintaan terhadap ilmu pengetahuan.

Ia menjelaskan, murid perlu dibimbing agar mencintai Allah SWT dan Rasulullah SAW, memahami potensi dirinya, menghargai sesama, serta memiliki semangat belajar yang kuat.

Selain itu, pembiasaan salat berjamaah, budaya hidup bersih, dan olahraga juga menjadi bagian dari pembentukan karakter di lingkungan madrasah.

"Ilmu menjadi bekal untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Karena itu, masa ta'aruf harus menjadi awal tumbuhnya semangat belajar, membiasakan salat berjamaah, menghormati diri sendiri dan orang lain, serta menerapkan pola hidup sehat," ujarnya.

Sruji juga mengapresiasi pelaksanaan MATAMUDA yang mengedepankan suasana madrasah yang ramah, aman, dan menyenangkan.

Lebih lanjut Sruji menegaskan, pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun kedekatan antara murid baru dengan guru, tenaga kependidikan, serta seluruh warga madrasah.

Pada tahun pelajaran 2026/2027, Kementerian Agama resmi mengganti istilah Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) menjadi Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA).

Perubahan itu, kata Sruji, bukan sekadar pergantian nomenklatur, melainkan bagian dari transformasi pendidikan madrasah yang menempatkan murid sebagai subjek utama pembelajaran sekaligus memperkuat implementasi Program Madrasah Ramah Anak.

Pembukaan MATAMUDA dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Di Jawa Timur, kegiatan dipusatkan di Aula Kanwil Kemenag Jatim dan berlangsung secara luring maupun daring.

"Seluruh jenjang madrasah, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA), baik negeri maupun swasta yang berjumlah sekitar 21.475 lembaga, mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting dan siaran langsung kanal YouTube Kemenag Jatim," jelasnya.

Mengusung tema SENYAMAN (Sehat, Aman, Nyaman, dan Menyenangkan), MATAMUDA dirancang untuk memberikan pengalaman awal yang positif bagi murid sekaligus membangun budaya belajar yang inklusif dan bebas dari kekerasan.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Timur, Sugiyo, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan wajib dilaksanakan tanpa praktik perpeloncoan maupun bentuk kekerasan apa pun.

"MATAMUDA harus menghadirkan suasana yang menyenangkan. Penguatannya adalah saling mengenal, saling menghargai, saling mencintai, dan saling menyayangi untuk membangun kebersamaan di lingkungan madrasah," terangnya.

Sugiyo mengajak seluruh guru, panitia, mentor, narasumber, dan pengawas madrasah berkolaborasi menciptakan pengalaman belajar yang positif bagi murid baru.

Menurutnya, penguatan moderasi beragama sejak awal menjadi bekal penting dalam membentuk generasi yang berkarakter, toleran, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Pembukaan MATAMUDA di Kanwil Kemenag Jawa Timur juga dimeriahkan penampilan murid-murid madrasah berprestasi.

Adapun rangkaian berbagai pertunjukan seni ditampilkan, mulai dari menyanyi, nembang Jawa, mendalang, tari tradisional, hingga penampilan sebagai pembawa acara, yang mencerminkan keberagaman potensi dan kreativitas peserta didik madrasah. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Jefri Hadi
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV