SUARA INDONESIA

Tabrak Truk Pengangkut Kombi, Perempuan Asal Kedunggalar Ngawi Tewas

Ari Hermawan - 22 March 2024 | 22:03 - Dibaca 1.29k kali
Peristiwa Tabrak Truk Pengangkut Kombi, Perempuan Asal Kedunggalar Ngawi Tewas
Truk angkut kombi saat diamankan di pos lalu lintas Ngawi (Foto: Ari Hermawan/ Suara Indonesia).

SUARA INDONESIA, NGAWI - Uswatun Nafiatin (51), warga Dusun Kaliwowo, Desa/Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, meninggal dunia setelah menabrak truk pengangkut Kombi. Korban meninggal di lokasi karena luka pada kepala akibat tersangkut bodi Kombi.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (22/3/2024) malam sekitar pukul 19.30 WIB, saat truk pengangkut Kombi dengan nomor polisi AE 8327 JB yang dikendarai Yulianto (55), warga Kediri, melintas dari arah barat menuju timur, tepatnya di Jalan Raya Ngale-Paron.

Kemudian, melaju kencang dari arah berlawanan sebuah sepeda motor dengan nomor polisi AE 3180 JN yang dikendarai korban. Diduga bodi Kombi terlalu keluar, akhirnya korban menabrak bagian basket besi bodi Kombi.

"Kendaraan saya pelan, korban melaju sangat kencang, dugaan saya korban silau terkena cahaya lampu mobil yang ada di belakang truk yang saya kendarai, akhirnya korban menabrak Basket bodi Kombi," ujar Yulianto, sopir truk saat diwawancarai awak media.

Yulianto mengatakan, bodi Kombi sebetulnya tidak terlalu keluar, ia mengaku sudah memasang tanda pada bodi Kombi dengan karung berwarna putih. Namun, karena laju sepeda motor kencang, dan kemungkinan human eror pengendara motor tabrakan pun terjadi.

"Sudah saya pasang tanda pada bodi Kombi,  jalan yang bergelombang dan angkut mesin Kombi, kecepatan truk sangat pelan. Namanya juga nasib, kecelakaan tidak bisa dihindari," ungkapnya.

Kepala Desa Ngale, Teguh, saksi yang menolong korban mengatakan, kondisi sepeda motor korban saat peristiwa terjadi terpental hingga masuk area persawahan. Kondisi korban saat dievakuasi sudah tidak sadarkan diri.

"Meskipun pakai helm, ada luka pada kepala korban, darahnya keluar banyak, saat dievakuasi korban tidak sadar diri, lalu saya bawa ke RS At-Tin, namun nyawanya tidak tertolong," kata Teguh saat dikonfirmasi suaraindonesia.co.id

Teguh mengungkapan, jalan Ngale usai Fly Over menuju arah Paron memang minim penerangan, pihaknya meminta Pemerintah Kabupaten Ngawi memasang lampu penerangan jalan.

"Kami minta Pemkab Ngawi memasang lampu penerangan jalan di jalur Ngale-Paron, karena minim penerangan, jalan tersebut sering terjadi kecelakaan. Bagi warga yang melintasi jalan itu, harap berhati-hati," begitu pesannya.

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian lalu lintas Polres Ngawi masih mengidentifikasi korban, sementara kendaraan sepeda motor dan truk beserta Kombi diamankan di Pos Lalu lintas Banyakan. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Ari Hermawan
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV