SUARA INDONESIA

Tinjau Dapur Mandiri MBG di Cilacap, BP Taskin Minta Suplai Kebutuhan Pangan dari Petani Sekitar

Satria Galih Saputra - 30 April 2025 | 23:04 - Dibaca 3.69k kali
News Tinjau Dapur Mandiri MBG di Cilacap, BP Taskin Minta Suplai Kebutuhan Pangan dari Petani Sekitar
Tim BP Taskin saat meninjau Dapur Mandiri MBG milik CV Argosari Food di Jalan Tidar, Kelurahan Sidanegara, Kecamatan Cilacap Tengah, Cilacap. (Foto: istimewa)

SUARA INDONESIA, CILACAP - Tim Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) RI melakukan peninjauan gedung dapur sehat mandiri untuk program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Presiden Prabowo Subianto di wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (30/4/2025).

Dalam kesempatan itu, BP Taskin meninjau ke sejumlah titik, diawali dari dapur MBG milik CV Argosari Food di Jalan Tidar, Kelurahan Sidanegara, Kecamatan Cilacap Tengah, dilanjutkan dapur MBG milik CV Cetaar Jaya Nusantara di wilayah Dusun Ampel, Desa Karangtawang, Kecamatan Nusawungu. 

APT Wahyudi Anggoro selaku Tenaga Ahli Madya Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) RI saat ditemui menyampaikan, peninjauan dilakukan guna memastikan dampak dari keberadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ada di Cilacap, khususnya yang mandiri.

"Jadi tidak hanya meningkatkan akses atas asupan pangan yang sehat dan bergizi bagi anak-anak sekolah saja, tetapi memastikan bahwa program ini berdampak juga pada percepatan pengentasan kemiskinan yang menjadi konsen pemerintahan Bapak Presiden Prabowo," ujar Wahyudi.

"Kita tahu setiap SPPG butuh 47 karyawan lokal, dan yang kita harapkan ini berasal dari kelompok-kelompok rentan yang ada di sekitar SPPG, termasuk juga kebutuhan untuk memproduksi atau menyiapkan Makan Bergizi Gratis, kita harapkan juga disuplai oleh para petani sekitar, dan salah satu tugas kita adalah memastikan ini semua," imbuhnya.

Sementara untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat berjalan dengan baik di Cilacap, menurut Wahyudi dibutuhkan banyak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi dapur tempat memasak menu makanan yang dibagikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Di Cilacap itu kurang lebih ada 300.000 siswa yang berhak atas makan siang gratis, dan satu SPPG ini melayani sekitar 3.000 siswa, sehingga secara keseluruhan di Cilacap itu setidaknya membutuhkan 100 SPPG," ungkapnya.

"Dan kalau satu SPPG saja bisa menyerap 47 tenaga kerja, ada sekitar 4.700 peluang kerja baru bagi warga miskin. Tentunya program BMG ini juga berdampak pada percepatan pengentasan kemiskinan di daerah," tandasnya.


Sehingga lanjut Wahyudi dampak dari MBG ini tidak hanya kepada peningkatan gizi anak sekolah, tetapi juga meningkatnya sumber penghidupan bagi keluarga-keluarga rentan.

"Sehingga kemudian kenapa yang kita sasar adalah dapur-dapur mandiri, dalam rangka mengingatkan dan menegaskan bahwa salah satu peran dari SPBG ini tidak hanya pelayanan gizi, tapi juga terkait dengan membuka kesempatan kerja, membuka peluang usaha baru," kata Wahyudi.

"Kebetulan yang di Desa Karangtawang ini pembangunan dapurnya mandiri, tidak menggunakan anggaran dari pemerintah atau APBN, jadi kita hanya memastikan suplainya," lanjutnya.

Wahyudi menerangkan, bahwa dalam hal ini pihaknya ingin memastikan ada peluang bagi rakyat miskin, petani kecil nantinya terlibat dalam program MBG. 

"Nantinya terkait dengan suplai kebutuhan bahan pangannya, SPPG bisa koordinasi dengan Bumdes setempat maupun kelompok-kelompok tani setempat," ujar dia.

"Satu SPBG setidaknya butuh 300 kilogram beras setiap hari, belum lagi telur, daging, buah dan lain sebagainya, yang tentunya ini bisa menjadi peluang usaha baru bagi kelompok-kelompok tani maupun kelompok yang lain yang ada di sekitar," sambung Wahyudi.

Sementara itu, Sondi Siswanto Tenaga Ahli Utama Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan RI menekankan banyak hal yang harus dibenahi oleh SPPG dari hasil peninjauan yang telah dilakukan.

"Kalau yang saya tinjau sekarang memang belum 100 persen ya, ini kurang lebih 70 persen. Jadi masih banyak yang perlu untuk dibenahi, terutama masalah air, kemudian masalah kebersihan, ini penting," ungkap Sondi.

"Dan hari ini kita rencanakan ada 6 titik yang akan kita kunjungi di wilayah Kabupaten Cilacap. Ini adalah program dari Badan Gizi Nasional (BGN) bekerja sama dengan BPTaskin untuk mempercepat program-program daripada BGN," lanjutnya.

Sondi menambahkan, ada sekitar 12 dapur SPPG yang siap menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cilacap. "Jadi masih ada 5 titik lagi dengan Desa Karangtawang. Kurang lebih nanti ada 11-12 titik," tutupnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Satria Galih Saputra
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV