SUARA INDONESIA, PROBOLINGGO – Aksi pembegalan yang menimpa seorang bidan desa di kawasan Curah Bubur, Desa Paras, Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo, memicu keprihatinan berbagai pihak.
Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV yang meliputi Kecamatan Tegalsiwalan, Leces, dan Banyuanyar, Feri Gita Rahayu, mendesak Pemerintah Kabupaten Probolinggo segera merealisasikan pemasangan kamera pengawas (CCTV) terintegrasi di sejumlah titik rawan kriminalitas.
Politisi NasDem ini menegaskan, peristiwa tersebut menjadi peringatan serius bahwa aspek keamanan masyarakat harus menjadi prioritas pemerintah daerah. Terlebih, korban merupakan tenaga kesehatan yang sedang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
"Kejadian di Tegalsiwalan ini harus menjadi alarm bagi kita semua. Ketika ruang publik tidak lagi aman bagi tenaga medis maupun masyarakat, pemerintah bersama seluruh stakeholder harus menghadirkan solusi perlindungan yang nyata," tegas Feri pada Suara Indonesi.co, Rabu (8/7/2026).
Ia menilai program pemasangan CCTV tidak boleh berhenti sebatas wacana. Pemerintah daerah diminta segera merealisasikannya dengan sistem yang terhubung secara real-time ke pusat komando (command center) Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan Polres Probolinggo agar setiap kejadian dapat direspons secara cepat dan tepat.
Selain mempercepat respons aparat, Feri menekankan pentingnya penggunaan perangkat CCTV dengan spesifikasi tinggi.
Menurutnya, kamera pengawas harus memiliki teknologi night vision, resolusi tinggi, serta mampu merekam wajah pelaku maupun pelat nomor kendaraan secara jelas, termasuk saat kondisi minim pencahayaan.
"Kami ingin CCTV yang dipasang benar-benar berkualitas sehingga dapat membantu proses pencegahan sekaligus mempermudah pengungkapan tindak kejahatan," ujarnya.
Politisi Dapil IV itu meyakini sistem pengawasan modern yang terintegrasi akan mempersempit ruang gerak pelaku kriminal sekaligus menjadi langkah preventif dalam menekan angka kejahatan di Kabupaten Probolinggo, khususnya di wilayah Tegalsiwalan, Leces, dan Banyuanyar.
Di sisi lain, Feri memberikan apresiasi kepada jajaran Polsek Tegalsiwalan dan Polres Probolinggo yang bergerak cepat menangani kasus pembegalan tersebut.
Ia juga mengajak masyarakat untuk kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling), meningkatkan kewaspadaan, serta memperkuat kepedulian antarwarga sebagai upaya bersama menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan angka kriminalitas serta memberikan rasa aman bagi seluruh warga Kabupaten Probolinggo. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Saifullah |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi