SUARA INDONESIA, KBB – SMKN 1 Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, mengundang seluruh calon murid baru beserta orang tua yang dinyatakan lolos melalui Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) maupun Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk mengikuti proses daftar ulang.
Pada tahap ini, seluruh dokumen yang sebelumnya diunggah melalui sistem SPMB akan diverifikasi secara langsung di sekolah guna memastikan keabsahan berkas sebagai syarat penerimaan peserta didik.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 1 Cisarua, Zainul Arifin, mengatakan proses daftar ulang tidak hanya bertujuan memverifikasi dokumen, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi antara pihak sekolah, orang tua, dan calon murid.
"Kami mengundang orang tua dan calon murid agar saling mengenal. Dengan bertemu langsung, kami dapat mengetahui latar belakang mereka sekaligus memastikan kesesuaian minat dengan program keahlian yang dipilih," ujar Zainul, Rabu (8/7/2026).
Pada Tahun Ajaran 2026/2027, SMKN 1 Cisarua membuka empat program keahlian, yakni Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis, Pariwisata dan Perhotelan, Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG), serta Teknik Otomotif.
Menurut Zainul, program keahlian Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis serta Pariwisata dan Perhotelan masih menjadi jurusan dengan jumlah peminat terbanyak setiap tahunnya.
SMKN 1 Cisarua menyediakan 12 rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas 40 siswa per rombel, sehingga total daya tampung mencapai 480 peserta didik baru.
Bagi calon murid yang belum diterima di sekolah negeri, Zainul mengimbau agar tetap melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.
"Yang belum diterima di SMK negeri masih memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan di sekolah swasta. Di mana pun sekolahnya, yang terpenting adalah semangat untuk meraih keberhasilan," katanya.
Dalam proses daftar ulang, pihak sekolah juga mewajibkan orang tua menandatangani surat pernyataan sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung kedisiplinan peserta didik.
Melalui surat tersebut, orang tua menyatakan menitipkan putra-putrinya kepada SMKN 1 Cisarua serta bersedia mematuhi seluruh tata tertib sekolah, termasuk aturan Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengenai larangan membawa kendaraan bermotor bagi siswa yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan pembatasan penggunaan telepon genggam di lingkungan sekolah.
"Surat pernyataan ini menjadi komitmen bersama antara orang tua dan sekolah. Tujuannya agar peserta didik lebih disiplin dalam belajar. Apabila terjadi pelanggaran, kami sudah memiliki dasar untuk melakukan pembinaan bersama orang tua," tegasnya.
Ia menjelaskan, apabila terdapat siswa yang melakukan pelanggaran, sekolah akan melakukan pembinaan secara bertahap melalui pemanggilan orang tua, kunjungan ke rumah (home visit), hingga pemberian surat peringatan. Apabila tidak menunjukkan perubahan, pembinaan akan dikembalikan kepada orang tua sesuai mekanisme yang berlaku.
Secara keseluruhan, jumlah pendaftar mulai dari tahap PCMB, SPMB Tahap 1 hingga Tahap 2 mencapai sekitar 1.912 orang dari seluruh program keahlian yang tersedia. Dengan daya tampung sebanyak 480 siswa, tingkat persaingan masuk ke SMKN 1 Cisarua pada tahun ini tergolong cukup tinggi.
Zainul juga mengapresiasi meningkatnya literasi digital masyarakat pada pelaksanaan SPMB tahun ini. Menurutnya, sebagian besar orang tua telah mampu melakukan pendaftaran secara mandiri dari rumah sehingga proses penerimaan berjalan lebih tertib.
"Tahun ini kami merasa sangat terbantu. Orang tua sudah melek informasi dan mampu melakukan pendaftaran secara mandiri sehingga tidak terjadi penumpukan pendaftar di sekolah. Ini menunjukkan pemanfaatan teknologi informasi di masyarakat semakin baik," ujarnya.
Ia menambahkan, mayoritas pendaftar masih berasal dari Kecamatan Cisarua. Namun, melalui sistem PCMB, SMKN 1 Cisarua juga menerima calon murid dari luar wilayah, seperti Kota Cimahi, Kota Bandung, hingga Kabupaten Bandung, sehingga jangkauan penerimaan peserta didik menjadi semakin luas. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Asep Tedi |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi