SUARA INDONESIA, SURABAYA - Meski dibayangi tekanan daya beli masyarakat dan fluktuasi ekonomi global, PT Dyandra Promosindo tetap optimistis gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) Surabaya 2026 mampu menjadi motor penggerak pasar otomotif regional sekaligus mendongkrak tren kendaraan listrik di Jawa Timur.
Pameran otomotif tahunan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 26–31 Mei 2026 di Surabaya dengan target transaksi mencapai Rp260 miliar. Angka itu dipasang sama seperti capaian tahun sebelumnya sebagai strategi realistis menghadapi kondisi ekonomi yang dinilai belum sepenuhnya stabil.
Project Manager IIMS Surabaya 2026, Rudi MF mengatakan, pihaknya sengaja menetapkan target moderat agar tetap relevan dengan dinamika pasar saat ini. Meski demikian, Dyandra tetap membuka peluang capaian transaksi melampaui target dasar tersebut.
“Target tahun ini memang kita buat cukup moderat, artinya realistis dan achievable. Kita masukkan angka yang sama dengan tahun lalu, yaitu Rp260 miliar. Minimal sama, tapi kita harapkan bisa terlampaui,” ujar Rudi dalam konferensi pers di Surabaya, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, optimisme tersebut didorong tren pertumbuhan industri otomotif nasional pada awal 2026. Data penjualan kendaraan roda dua dan roda empat selama Januari hingga April menunjukkan pergerakan positif dibanding periode yang sama tahun lalu. Selain itu, momentum libur nasional yang bertepatan dengan jadwal pameran diyakini bakal meningkatkan jumlah kunjungan masyarakat.
Panitia menargetkan sebanyak 32 ribu pengunjung hadir selama enam hari penyelenggaraan atau naik dibanding realisasi tahun lalu yang mencapai sekitar 30 ribu pengunjung. Dyandra menilai tingginya minat masyarakat terhadap inovasi otomotif, terutama kendaraan listrik, menjadi salah satu faktor pendorong kenaikan tersebut.
IIMS Surabaya 2026 juga diproyeksikan menjadi panggung penguatan pasar electric vehicle (EV) di Jawa Timur. Dyandra melihat tren kendaraan listrik terus meningkat setelah sukses mendominasi transaksi pada IIMS Jakarta 2026 yang mencatat nilai transaksi Rp9,2 triliun dengan kontribusi EV lebih dari 40 persen.
“Komposisi EV semakin meningkat. Kami melihat fenomena ini rasanya akan sama dengan Jakarta. Di Surabaya kita akan lihat nanti di akhir pameran, tetapi prediksi kami tidak jauh-jauh dari Jakarta karena jumlah exhibitor dan partisipan yang membawa varian EV cukup banyak,” kata Rudi.
Di tengah kekhawatiran pelaku industri terhadap pelemahan rupiah dan potensi perlambatan konsumsi masyarakat, Dyandra memastikan para Agen Pemegang Merek (APM) telah menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga minat beli konsumen. Sejumlah produsen otomotif disebut bakal menghadirkan promo khusus, diskon, hingga dukungan pembiayaan dari perusahaan leasing selama pameran berlangsung.
“Para brand banyak memberikan promo dan benefit tambahan untuk merangsang konsumen tetap membeli. Ditambah dukungan program dari leasing, kami sangat optimistis pameran tahun ini tetap ramai,” pungkasnya.***
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Dona Pramudya |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi