SUARA INDONESIA

Jelang Musda, Pengamat Politik Unhas: Golkar Butuh Figur yang Punya Nyali

Arya Rahmansyah - 02 November 2025 | 04:11 - Dibaca 1.44k kali
Politik Jelang Musda, Pengamat Politik Unhas: Golkar Butuh Figur yang Punya Nyali
Pengamat Komunikasi Politik Universitas Hasanuddin, Dr. Hasrullah. (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, MAKASSAR - Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan yang akan menentukan arah kepemimpinan baru periode 2025-2030, pengamat komunikasi politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr. Hasrullah, menilai partai berlambang pohon beringin itu membutuhkan figur berani, berkarakter kuat, dan punya nyali dalam menghadapi tantangan politik yang semakin kompleks.

Menurutnya, dinamika internal Golkar Sulsel dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya kejenuhan publik terhadap pola lama yang cenderung elitis dan kurang menyentuh akar rumput.

Karena itu, munculnya nama-nama baru seperti Munafri Arifuddin (Appi) menjadi tanda adanya dorongan regenerasi dalam tubuh partai.

“Golkar ini partai tua dengan struktur yang besar, tapi dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan elektabilitas. Dibutuhkan figur yang bukan hanya dikenal, tapi juga punya nyali untuk melakukan perubahan,” ujar Hasrullah dalam keterangannya di Makassar, Sabtu (1/11/2025).

Ia menjelaskan, sosok seperti Munafri Arifuddin memiliki keunggulan karena telah membuktikan ketangguhannya di kancah politik. Tiga kali bertarung dalam Pilkada Makassar bukanlah hal kecil, apalagi akhirnya berhasil memenangkan pertarungan politik di tingkat kota.

“Itu menunjukkan dia petarung sejati. Dalam politik, konsistensi dan keberanian itu penting,” tambahnya.

Hasrullah menyebut, regenerasi di tubuh Golkar menjadi keharusan jika partai ini ingin kembali menjadi kekuatan utama di Sulawesi Selatan.

Menurutnya, keberhasilan Golkar di masa lalu harus menjadi pelajaran berharga bahwa kejayaan partai tidak bisa bertahan tanpa pembaruan kepemimpinan dan semangat kerja kolektif.

“Kalau mau bangkit, Golkar butuh pemimpin yang mampu membaca zaman dan mendengar suara kader di bawah. Bukan hanya sekadar tokoh yang kuat di elite, tapi yang bisa menembus batas-batas birokrasi internal,” katanya.

Ia menambahkan, kecenderungan partai besar seperti Golkar sering terjebak dalam konflik kepentingan pribadi antar elite yang justru melemahkan organisasi. Karena itu, figur berani dan berintegritas harus menjadi prioritas utama dalam pemilihan ketua DPD I mendatang.

“Yang dibutuhkan bukan sekadar populer, tapi punya keberanian menata kembali struktur dan mengembalikan kepercayaan publik. Itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang punya nyali dan pengalaman lapangan,” tegasnya.

Lebih jauh, Hasrullah menilai, Muswil kali ini menjadi momentum penting bagi Golkar Sulsel untuk merefleksikan posisi politiknya menjelang pemilihan kepala daerah dan pemilu legislatif mendatang.

Ia menegaskan, pemimpin baru harus mampu mengonsolidasikan kekuatan kader di semua level agar partai kembali menjadi rumah politik yang solid.

“Kalau Golkar ingin tetap relevan, pemimpin barunya harus membawa semangat perubahan dan membangun kembali kepercayaan kader. Kita tidak butuh simbol, tapi kerja nyata,” ujarnya menutup wawancara. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Arya Rahmansyah
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV