SUARA INDONESIA

Muscab PKB Bondowoso Usulkan Tiga Kandidat Ketua Tanfidz ke DPP

Bahrullah - 04 April 2026 | 15:04 - Dibaca 639 kali
Politik Muscab PKB Bondowoso Usulkan Tiga Kandidat Ketua Tanfidz ke DPP
Datuk Seri Dr. Hajah Anggia Ermarini saat memimpin jalannya Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Bondowoso di Ijen View Hotel & Resort, Sabtu (4/4/2026).

SUARA INDONESIA,BONDOWOSO – Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bondowoso mengusulkan Tiga nama calon Ketua Tanfidz kepada Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB.

Kegiatan Muscab digelar di Ijen View Hotel & Resort pada Sabtu (4/4/2026) dengan agenda utama konsolidasi partai serta penjaringan calon pimpinan DPC PKB Bondowoso.

Tiga nama yang diusulkan yakni H. Ahmad Dhafir yang saat ini menjabat Ketua DPC PKB periode 2021–2026, H. Tohari selaku Sekretaris DPC PKB periode yang sama, serta Ubaidilah yang merupakan Anggota DPRD Jawa Timur periode 2024–2029.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB, Datuk Seri Dr. Hajah Anggia Ermarini menegaskan bahwa penentuan nama calon Ketua Tanfidz telah melalui proses pemetaan oleh DPP bersama DPW.

“Calon Ketua Tanfidz DPC PKB sudah diputuskan berdasarkan hasil pemetaan DPP dan DPW. Nama-nama tersebut kemudian kami tawarkan dalam forum Muscab untuk mendapatkan masukan,” ujarnya.

Anggia menambahkan, forum Muscab tetap membuka ruang bagi peserta untuk memberikan usulan tambahan maupun tanggapan terhadap nama-nama yang telah diajukan. Ia menegaskan hal tersebut sebagai bagian dari mekanisme demokrasi internal partai.

“Jika ada usulan nama lain dari peserta forum, tentu dipersilakan. Itu bagian dari proses demokratis di internal partai,” katanya.

Dia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan Muscab kali ini berbeda dibandingkan sebelumnya. Perubahan tersebut merupakan hasil keputusan dalam Muktamar PKB di Bali.

“Forum Muscab tidak lagi menjadi ajang pembentukan fraksi atau perpecahan, tetapi difokuskan untuk konsolidasi partai agar lebih solid dan demokratis,” jelasnya.

Menurut Anggia, peserta Muscab tetap memiliki hak menyampaikan pandangan, termasuk jika tidak sepakat dengan calon tertentu yang diusulkan.

“Kalau ada yang tidak setuju, silakan disampaikan alasannya. Itu akan menjadi bahan pertimbangan DPP,” ujarnya.

Dalam menentukan Ketua Tanfidz, DPP PKB menetapkan sejumlah kriteria utama, meliputi rekam jejak perjuangan, pengabdian, prestasi kinerja di partai, serta komitmen terhadap ideologi PKB.

Selain itu, masukan dari kalangan kiai dan tokoh kultural juga menjadi pertimbangan penting dalam proses penentuan. Hal ini dinilai sebagai bagian dari nilai-nilai yang hidup di tubuh PKB.

“Masukan dari kiai dan tokoh kultural tentu kami perhatikan sebagai bagian dari nilai-nilai yang hidup di PKB,” kata Anggia.

Terkait waktu penetapan Ketua Tanfidz, Anggia menyebut proses masih berjalan di berbagai daerah di Indonesia dan menunggu tahapan lanjutan dari DPP.

“DPP sedang menyiapkan tahapan selanjutnya. Penetapan akan dilakukan sesuai mekanisme yang ada,” jelasnya.

Ia menambahkan, setelah Ketua Tanfidz ditetapkan, struktur kepengurusan DPC akan segera disusun melalui komunikasi antara DPP dan jajaran DPC setempat.

“Mulai dari sekretaris, bendahara, hingga posisi lainnya akan dibahas bersama dan dikomunikasikan dengan jajaran DPC,” pungkasnya.


» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Bahrullah
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV