SUARA INDONESIA, SUMENEP - Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, MH Said Abdullah, mengawal langsung pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan se-Kabupaten Sumenep di Islamic Centre Bindara Saod, Minggu (26/4/2026).
Pada kesempatan itu, dirinya menekankan pentingnya regenerasi kader, penguatan ideologi, serta disiplin organisasi sebagai fondasi menghadapi agenda politik ke depan.
Kehadiran Said dalam forum itu, disebut menjadi penegasan bahwa Musancab tidak sekadar agenda rutin organisasi, tetapi bagian dari konsolidasi internal untuk memastikan struktur partai di tingkat bawah tetap solid dan bergerak dalam satu garis perjuangan.
Said mengaku, dirinya sengaja hadir langsung untuk memastikan proses konsolidasi berjalan optimal. Menurutnya, menjaga kekompakan kader di daerah menjadi bagian penting dalam memperkuat mesin partai.
“Hari ini 26 April 2026 akan dilakukan Musancab untuk seluruh PAC di Kabupaten Sumenep, saya menyengaja hadir. Kalau tidak, saya akan dimarahi oleh seluruh pengurus," katanya.
Dalam arahannya, Said memberi perhatian besar terhadap proses regenerasi partai. Ia menegaskan PDI Perjuangan selama ini konsisten menjaga pola kaderisasi sebagai kekuatan utama organisasi, sekaligus memastikan keberlanjutan kepemimpinan partai.
“PDI Perjuangan adalah satu-satunya partai yang konsisten melakukan rekaderisasi. Jangan pernah ragu kepada PDI Perjuangan, baik di tingkat kabupaten, provinsi hingga pusat, karena kami terbiasa setiap tiga bulan melakukan kaderisasi,” tegasnya.
Menurut Said, kaderisasi bukan hanya agenda administratif, tetapi proses membangun militansi, loyalitas, dan kesiapan kader menghadapi tantangan politik. Karena itu, Musancab juga dimaknai sebagai ruang evaluasi sekaligus penguatan struktur partai dari tingkat akar rumput.
Selain menekankan regenerasi, Said mengingatkan seluruh kader agar memahami partai bukan sekadar wadah politik praktis, melainkan organisasi ideologis yang memiliki nilai perjuangan dan arah gerak yang jelas.
“Setiap kepengurusan dibekali oleh ideologi dan asas partai. Bukan masuk ke PDI Perjuangan hanya gagah-gagahan. Sebab kita punya ideologi yang kuat,” imbuhnya.
Penguatan ideologi, lanjut Said, menjadi hal mendasar agar kader tidak mudah goyah menghadapi dinamika politik. Ia menilai pemahaman terhadap nilai dan asas partai harus berjalan beriringan dengan penguatan struktur organisasi.
Tak hanya itu, disiplin partai juga menjadi pesan yang ditekankan secara serius. Said mengingatkan kepatuhan terhadap aturan organisasi merupakan bagian tak terpisahkan dari kultur perjuangan partai.
Sadi juga menginginkan melalui Musancab tersebut, PDI Perjuangan Sumenep tidak hanya memperkuat kepengurusan tingkat kecamatan, namun juga melahirkan kader-kader yang ideologis, disiplin, dan siap menjadi bagian dari regenerasi kepemimpinan partai.
“Jangan sekali-kali melanggar aturan partai. Sekali melanggar maka partai akan mengambil tindakan yang tegas kepada siapapun," tegasnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Wildan Mukhlishah Sy |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi