SUARA INDONESIA

5 Fakta Menarik Jalan Tunjungan, Spot Wisata Malam Hari di Surabaya

Lukman Hadi - 16 November 2021 | 19:11
Wisata 5 Fakta Menarik Jalan Tunjungan, Spot Wisata Malam Hari di Surabaya

SURABAYA - Sebagai kota metropolitan tentunya Surabaya memiliki pesona untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara datang berbondong-bondong. Apalagi Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia, setelah Jakarta.

Wisata yang bisa diekspos sedemikian rupa ialah tempat-tempat bersejarah di Surabaya. Tidak hanya gedung atau museum, tapi beberapa jalan bersejarah di Surabaya.

Salah satunya ialah Jalan Tunjungan yang terletak di pusat kota. Selain jalan bersejarah, Jalan Tunjungan juga merupakan kawasan komersial. Di sepanjang Jalan Tunjungan berdiri tempat bisnis, seperti cafe, restoran, hotel, pusat perbelanjaan, dan banyak lagi.

Status Jalan Tunjungan sebagai kawasan komersial sudah sejak pada abad ke-20. Semakin berkembangnya zaman, Jalan Tunjungan disulap semakin modern dan menambah daya tarik wisatawan.

Di sepanjang jalan kini dihiasi ornamen lampu, kursi di trotoar sehingga masyarakat bisa duduk santai sambil menikmati keindahan sekitar Jalan Tunjungan.

Pada malam hari sepanjang Jalan Tunjungan tidak pernah sepi. Selain kendaraan melintas, ramai pula orang-orang datang ke sana. Dari yang tua hingga muda-mudi. Entah itu nongkrong di restoran, bersua foto atau sekedar jalan-jalan biasa. Oleh karena itu, waktu paling tepat berkunjung ke Jalan Tunjungan pada malam hari.

Nah, terlepas dari itu semua, ada beberapa fakta mengenai Jalan Tunjungan yang perlu kalian ketahui sebelumnya. Melansir Instagram Bangga Surabaya, berikut fakta menarik Jalan Tunjungan:


1. Panjang Jalan Tunjungan

Jalan Tunjungan memiliki panjang 863 meter, membentang mulai perempatan Siola hingga pertigaan Jalan Simpang Dukuh.


2. Lokasi Peristiwa Bersejarah di Surabaya

Jalan Tunjungan menjadi saksi bisu peristiwa paling heroik dan bersejarah di Surabaya, yakni perobekan bendera Belanda di atas Hotel Majapahit (dahulu bernama Hotel Oranje dan Hotel Yamato) pada tanggal 19 September 1945.


3. Kawasan Cagar Budaya

Jalan Tunjungan ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya melalui SK Wali Kota Surabaya No. 188.45//004/402.1.04/1998. Ada 12 bangunan di Jalan Tunjungan yang juga ditetapkan sebagai cagar budaya. Dengan demikian, proses perubahan atau renovasi di kawasan ini wajib seizin tim cagar budaya Kota Surabaya.


4. Lagu Khusus Jalan Tunjungan

Saking ikoniknya Jalan Tunjungan ini, sampai-sampai ada lagu berjudul "Rek Ayo Rek" ciptaan Is Haryanto, yang sempat dipopulerkan oleh Mus Mulyadi. Lagu tersebut bercerita tentang tentang pengalaman seseorang menikmati keindahan Jalan Tunjungan.


5. Pusat Kawasan Bisnis

Sejak zaman dahulu, Jalan Tunjungan sudah menjadi pusat kawasan bisnis. Bahkan perusahaan besar dari Inggris, Robert Laidlaw memutuskan untuk membangun sebuah pusat kulakan di ujung utara Jalan Tunjungan. Hingga akhirnya gedung ini sekarang dikenal sebagai Siola. Pada saat itu Siola diberi nama sesuai dengan akronim nama pemiliknya yaitu: Soemitro, Ing Wibisono, Ong Liem, Ang. Hingga saat ini Jalan Tunjungan memiliki sederet unit bisnis yang bergerak di bidang perhotelan, perdagangan, serta kuliner.

Pewarta : Lukman Hadi
Editor : Lukman Hadi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV