SUARA INDONESIA, BANJARNEGARA – Libur panjang Lebaran dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga. Salah satu destinasi yang mengalami lonjakan pengunjung sangat signifikan adalah objek wisata Pinang Bayam di Desa Karangjambe, Kecamatan Wanadadi, Banjarnegara.
Kepala Desa Karangjambe, Susilo Jatmiko menyampaikan, dalam dua hari pembukaan pasca Lebaran, yakni H+1 dan H+2, jumlah pengunjung tercatat menembus lebih dari 2.000 orang. Angka ini meningkat drastis dibandingkan hari biasa yang rata-rata hanya mencapai 1.000 hingga 1.500 pengunjung per pekan.
Lonjakan ini tidak lepas dari daya tarik wisata yang ditawarkan, mulai dari harga tiket yang terjangkau hingga berbagai hiburan menarik.Pada libur Lebaran tahun ini, pengunjung hanya dikenakan tiket masuk sebesar Rp10 ribu.
Tak hanya itu, pengelola juga menyiapkan beragam hadiah menarik seperti sepeda, drone, peralatan renang, hingga doorprize lainnya untuk menambah semarak suasana liburan.
Wahana mandi busa menjadi primadona yang paling diminati, terutama oleh anak-anak dan keluarga. Sensasi bermain di tengah busa putih dengan latar suasana pedesaan yang asri menjadi pengalaman tersendiri bagi pengunjung.
"Untuk pengungjung, Alhamdulillah naik 200 persen hingga 300 persen dari hari biasanya. Dalam dua hari ini pengunjung di objek wisata Pinang Bayam sudah mencapai 2.000 pengunjung," ujarnya melalui pesan singkatnya, Rabu (25/3/2026).
Selain wahana utama, fasilitas seperti gazebo, aula, mushola, dan kantin juga tetap tersedia untuk menunjang kenyamanan pengunjung.
Dengan konsep wisata sederhana bernuansa pedesaan, Pinang Bayam kini semakin dikenal sebagai destinasi favorit keluarga saat libur Lebaran di Banjarnegara.
“Dengan libur Lebaran yang masih berlangsung, kami optimistis jumlah pengunjung akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan,” ujar Sujadmiko.
Kehadiran tokoh nasional turut menambah kebanggaan pengelola. Pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, bahkan menyempatkan diri berkunjung ke Pinang Bayam. Ia memberikan apresiasi terhadap pengelolaan wisata berbasis desa yang dinilai mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Ini contoh bagus pengembangan potensi desa. Harapannya bisa ditiru desa lain, khususnya di Banjarnegara,” ujarnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Iwan Setiawan |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi