SUARA INDONESIA

Perayaan Haul Eyang Djoego Kesamben, Bupati Blitar Ajak Generasi Muda Melestarikan Budaya Jawa

Arik Susanto - 19 May 2024 | 17:05 - Dibaca 611 kali
Advertorial Perayaan Haul Eyang Djoego Kesamben, Bupati Blitar Ajak Generasi Muda Melestarikan Budaya Jawa
Bupati Blitar Rini Syarifah menghadiri acara Haul Eyang Djoego. (Foto: Susanto/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, BLITAR - Ribuan masyarakat menghadiri Haul Eyang Djoego ke-154 di Kesamben, Bupati Blitar Blitar Rini Syarifah mendorong semua lapisan terutama generasi muda untuk ikut nyengkuyung melestarikan budaya Jawa dan menggerakkan roda ekonomi. 

Bupati Rini menyebut, kegiatan ini menjadi magnet bagi ribuan masyarakat dari berbagai daerah. Dan, tidak hanya menjadi ajang peringatan sakral namun sebuah momen penting dalam memperkuat keberagaman budaya Jawa dan meningkatkan perekonomian. 

“Kita harus menjaga dan melestarikan budaya Jawa sebagai bagian dari identitas kita. Dengan melestarikan budaya, dapat memanfaatkannya sebagai pengungkit roda perekonomian masyarakat. Kesenian tradisional Jawa, kuliner khas Jawa, serta kerajinan tangan adalah potensi besar yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati Blitar.

Menurut Bupati, acara Haul Eyang Djoego bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga menjadi wahana untuk memperkuat jalinan silaturahmi antar warga. Dalam suasana yang penuh kehangatan dan kebersamaan, masyarakat dari berbagai latar belakang etnis dan agama turut merayakan acara ini secara bersama-sama. 

"Selain itu, kehadiran ribuan pengunjung dari luar daerah juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, terutama pelaku usaha mikro dan menengah. Para pedagang makanan minuman turut merasakan manfaat dari meningkatnya kunjungan wisatawan selama perayaan Haul Eyang Djoego," terangnya.

Dijelaskan Bupati, ke depannya Pemkab Blitar terus berupaya untuk menjaga keberlangsungan tradisi-tradisi leluhur agar tetap relevan di tengah arus globalisasi yang semakin cepat. Perayaan Haul Eyang Djoego tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang jasa para leluhur, tetapi juga sebagai wadah untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

"Sejumlah kegiatan budaya tradisional juga turut meramaikan acara tersebut, mulai dari pawai budaya, tari tradisional jawa, hingga pertunjukan musik khas Jawa. Para generasi muda pun terlibat aktif dalam mempertahankan dan mengembangkan seni dan budaya, sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan budaya yang berharga," imbuhnya. 

Bupati Rini menambahkan, agenda seperti ini bisa dijadikan motivasi dan sebagai inspirasi bagi masyarakat untuk terus menjaga dan memperkaya keberagaman budaya, sekaligus memanfaatkannya sebagai sarana pengembangan ekonomi kreatif yang inklusif serta berkelanjutan. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Arik Susanto
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV