SUARA INDONESIA, TRENGGALEK - Suasana malam takbiran di Kabupaten Trenggalek berlangsung khidmat dan penuh haru. Gema takbir, tahmid, dan tahlil berkumandang di Masjid Agung Baiturrahman, menandai berakhirnya Ramadhan 1447 Hijriah.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, yang hadir bersama jajaran Forkopimda, secara khusus meminta agar Sayyidul Istighfar turut dibacakan dalam rangkaian gema takbir tersebut.
Menurutnya, doa tersebut menjadi harapan agar seluruh masyarakat Trenggalek mendapatkan pengampunan setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.
“Namanya kita ditinggal Ramadhan, ini kan bulan penuh maghfiroh. Maka doa saya untuk masyarakat dan termasuk saya, semoga dalam bulan ini sudah diampuni oleh Allah SWT,” ujar Mas Ipin, Kamis (20/3/2026).
Ia menambahkan, pembacaan Sayyidul Istighfar memiliki makna yang mendalam karena merupakan doa permohonan ampunan yang utama dalam ajaran Islam.
“Makanya tadi saya minta dibacakan Sayyidul Istighfar, selain takbir.Semoga seluruh masyarakat Trenggalek mendapatkan ampunan dari Allah SWT,” imbuhnya.
Malam takbiran tersebut tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga berasal dari rasa syukur sekaligus haru karena berpisah dengan bulan Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan.
Usai mengikuti gema takbir, Bupati bersama Forkopimda melanjutkan kegiatan dengan meninjau kondisi keamanan dan perbaikan masyarakat di Pos Pelayanan Operasi Ketupat Semeru Polres Trenggalek di kawasan Agro Park. Dari hasil pemantauan, situasi malam takbiran di Trenggalek terpantau aman dan nyaman. (ADV)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Wahyu Asmoro |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi