SUARA INDONESIA, TRENGGALEK - Pemerintah Kabupaten Trenggalek resmi melantik direktur baru Perumda Tirta Wening atau PDAM Trenggalek bersamaan dengan pelantikan delapan pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT).
Jabatan tersebut kini diemban oleh Khoirul Ansori, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Unit PDAM Lawang dan memiliki pengalaman selama 34 tahun di bidang pelayanan air minum.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin, menegaskan pemilihan direktur PDAM dilakukan secara terbuka dan berdasarkan kualitas serta rekam jejak.
“Saya ingin pelayanan PDAM bisa lebih progresif ke depan. Kita buka seleksi, saya tidak kenal orangnya. Saya hanya melihat dari kualitas dan track record,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Mas Ipin berharap direktur baru mampu melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari evaluasi sistem hingga peningkatan layanan kepada masyarakat.
Menurutnya, terdapat beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan, di antaranya melakukan asesmen terhadap kebocoran maupun kekurangan sistem yang ada saat ini
Selain itu, Ia juga mendorong pengembangan skema cross cutting, dengan menjadikan lini usaha air minum dalam kemasan (AMDK) sebagai salah satu sumber pendapatan.
“Keuntungannya nanti digunakan untuk pemenuhan pelayanan seluruh masyarakat, termasuk asesmen sumber air agar layanan lebih optimal,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Perumda Tirta Wening Trenggalek, Khoirul Ansori, menyatakan jabatan yang diembannya merupakan tanggung jawab besar untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
“Bagi saya jabatan ini bukan sekadar posisi, tapi tanggung jawab untuk menjaga profesionalisme dan memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan baik,” ungkapnya.
Ia menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas layanan serta menjaga integritas perusahaan.
Dalam waktu dekat, Khoirul akan menyusun program kerja 100 hari pertama bersama jajaran internal sebagai langkah awal pembenahan.
Ia mengakui, sejumlah persoalan mendasar masih menjadi pekerjaan rumah, seperti tingginya tingkat kehilangan air (Non-Revenue Water/NRW), efisiensi biaya, serta peningkatan pendapatan perusahaan.
Di sisi lain, Khoirul melihat potensi pasar air minum di Trenggalek masih cukup besar, khususnya untuk pengembangan produk AMDK Tirta Pure.
“Potensi pengembangan air minum kemasan masih besar. Kita akan tingkatkan promosi dan memperkuat brand daerah agar menjadi kebanggaan masyarakat,” katanya.
Ia juga berkomitmen untuk mengevaluasi berbagai kendala teknis di lapangan, termasuk gangguan layanan saat musim hujan.
“Nanti akan kami pelajari penyebabnya dan kita benahi agar tidak terulang kembali,” tandasnya. (ADV)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Wahyu Asmoro |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi