SUARA INDONESIA

Dukung Swasembada Beras, Syngenta Kenalkan Fungisida Baru untuk Tanaman Padi di Cilacap

Satria Galih Saputra - 04 June 2026 | 15:06 - Dibaca 122 kali
Ekbis Dukung Swasembada Beras, Syngenta Kenalkan Fungisida Baru untuk Tanaman Padi di Cilacap
Kegiatan peluncuran fungisida baru MIRAVIS Duo® produk dari Syngenta Indonesia di Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: dok. Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, CILACAP - Syngenta Indonesia secara resmi meluncurkan MIRAVIS Duo® untuk padi, sebuah fungisida inovatif berbasis teknologi ADEPIDYN™ pada Kamis (4/6/2026) di Cilacap, Jawa Tengah. 

"Peluncuran MIRAVIS Duo® untuk padi adalah wujud nyata dari visi Petani MAJU, yaitu membantu petani meningkatkan hasil panen untuk keuntungan maksimal dan mempercepat inovasi teknologi fungisida sesuai kebutuhan petani," ujar Presiden Direktur Syngenta Indonesia Eryanto.

Selain itu, memperkuat kolaborasi agar teknologi pertanian digunakan sesuai rekomendasi demi hasil yang optimal dan berkelanjutan. 

"Seperti slogannya "Ada Tawa, MIRAVIS Duo® Jadi Pembeda", kami ingin petani tersenyum saat melihat produktivitas mereka meningkat," ungkap Eryanto.

Eryanto menyebut peluncuran ini menjadi pencapaian penting ya karena Indonesia merupakan negara pertama di dunia yang memperkenalkan teknologi ADEPIDYN™ khusus untuk budidaya padi.

"Dan ini sebagai wujud komitmen kami dari Syngenta Indonesia, dengan menghadirkan inovasi yang menjawab tantangan nyata di lapangan," tegasnya.

Selain mempercepat inovasi teknologi fungisida sesuai kebutuhan petani, MIRAVIS Duo® kata Eryanto juga dirancang untuk memenuhi kebutuhan petani akan solusi pengendalian penyakit yang andal.

Disamping itu, memberikan perlindungan yang kuat dan konsisten, sekaligus menjaga tanaman tetap sehat, lebih hijau, dan bersih, sehingga mendukung potensi hasil panen yang lebih tinggi. 

"Dengan teknologi ADEPIDYN™, produk ini meningkatkan kesehatan tanaman dan memberikan perlindungan efektif terhadap penyakit bahkan di tengah kondisi cuaca yang semakin sulit diprediksi," kata Eryanto.

Adapun teknologi ini, kata Eryanto juga dikenal memiliki ketahanan terhadap hujan yang sangat baik, dengan perlindungan hingga 14 hari setelah aplikasi.

Dengan perlindungan penyakit yang lebih kuat dan tanaman yang lebih sehat, MIRAVIS Duo® ini diharapkan membantu petani mencapai produktivitas lebih tinggi, menghasilkan panen melimpah dengan gabah sehat berkilau.

"Nanti hasilnya gabah terlihat sehat dan berkilau, kemudian daun bendera lebih hijau dan bersih. Selain itu produksi padi pasti meningkat," beber Eryanto  

Peluncuran ini mendapat dukungan dari pemerintah daerah karena sejalan dengan upaya meningkatkan produktivitas dan memperkuat budidaya padi di tingkat petani. 

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap Sigit Widayanto menyambut baik inovasi perlindungan tanaman dari Syngenta Indonesia tersebut.

"Kami menyambut baik inovasi ini yang dapat membantu petani mengelola risiko penyakit, terutama di tengah cuaca yang semakin sulit diprediksi. Harapannya teknologi seperti ini dapat diadopsi dengan bijak sesuai rekomendasi, sehingga produktivitas dan kualitas panen padi di Cilacap terus meningkat," ujarnya.

Sigit mengungkapkan, Kabupaten Cilacap sebagai salah satu sentra produksi padi terbesar di Jawa dan Indonesia, dengan perkiraan produksi mencapai 855.042 ton Gabah Kering Giling (GKG). Pada 2025, Cilacap juga mencatat surplus beras lebih dari 321 ribu ton. 

"Hal ini menegaskan peran Cilacap sebagai lumbung pangan yang konsistensinya harus dijaga melalui berbagai upaya, termasuk penerapan teknologi pertanian yang tepat. Sehingga kami mendukung adanya produk yang dihasilkan oleh Syngenta Indonesia ini," tuturnya.

Sekitar 500 petani hadir dalam peluncuran tersebut dan menyaksikan langsung manfaat MIRAVIS Duo® ini melalui lahan percontohan.

Beberapa petani di Cilacap telah mencoba sampel produk MIRAVIS Duo® tersebut sebelumnya di lahan mereka sendiri dan merasakan hasilnya. Seperti diungkapkan oleh Musodik, seorang petani padi asal Cilacap.

"Musim lalu, tanaman padi saya layu, kusam dan tidak bersih, sehingga kualitas gabah dan hasil panen menurun. Musim ini saya mencoba MIRAVIS Duo® pada usia 55 hari setelah tanam dengan dosis 300 ml per hektare," ucapnya.

"Setelah diaplikasi, saya melihat perbedaan. Gabah sehat berkilau, daun bendera lebih hijau dan bersih, serta hasil panen meningkat dibandingkan musim sebelumnya," pungkas Musodik. 

Setelah peluncuran di Cilacap, MIRAVIS Duo® untuk padi juga akan segera diperkenalkan di beberapa wilayah sentra produksi beras lainnya di Indonesia, guna mendukung ketahanan pangan nasional dan swasembada beras. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Satria Galih Saputra
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV