SUARA INDONESIA

Disnakkan Pastikan, Saat Ini Situbondo Masih Bebas Dari Penyebaran Virus PMK

Syamsuri - 11 May 2022 | 17:05
Kesehatan Disnakkan Pastikan, Saat Ini Situbondo Masih Bebas Dari Penyebaran Virus PMK

SITUBONDO - Guna mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di WIlayah Kabupaten Situbondo, Kapolres Situbondo AKBP. Dr. Andi Sinjaya bersama jajaran Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Situbondo, melakukan monitoring ke beberapa tempat peternakan.

Gerakan cepat ini, dibuktikan Kapolres Situbondo AKBP Andi Sinjaya bersama Plt Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Situbondo Kholil, dengan turun langsung untuk melakukan surveilans di pusat peternakan Rabu (11/5).

Menurut Kapolres, kegiatan monitoring di pusat peternakan ini sebagai upaya untuk melindungi peternak di Situbondo dari wabah penyakit.

Pihaknya juga mengakui,
Kabupaten Situbondo merupakan salah kabupaten yang sudah dikenal memiliki populasi hewan ternak yang cukup tinggi dan juga sebagai pemasok kebutuhan daging di seluruh wilayah Jawa Timur dan bahkan nasional.

“Polres Situbondo bersinergi dan koordinasi dengan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Situbondo, untuk bersama-sama berupaya melakukan screening dan membatasi pergerakan atau mobilitas hewan yang masuk ke wilayah Situbondo,” terangnya.

Lebih lanjut Andi Sinjaya memaparkan, saat ini juga sudah dilakukan pendataan alur mobilisasi hewan ternak yang masuk ke Situbondo, dan kini sudah ada 3 titik yang menjadi pengawasannya yaitu di Pasar Hewan Sumberkolak, pasar hewan Asembagus dan pasar Hewan Besuki.

"Tentu ini harus bersinergi dan
koordinasi dengan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Situbondo dalam membatasi mobilitas hewan ternak masuk ke Situbondo,” ungkap Kapolres.

Selain itu, tambah Kapolres Andi Sinjaya, saat ini sudah ada arahan dari Satgas Pangan Polda Jatim bahwa seluruh Polres diminta untuk membantu Pemerintah Daerah dalam melakukan langkah-langkah antisipasi penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.

Sampai saat ini, langkah yang telah dilakukan bersama OPD terkait diantaranya adalah melakukan surveilans ke peternakan sekaligus melakukan pemeriksaan terhadap hewan.

"Kami juga membuat Posko pengaduan bagi peternak, apabila ada yang menemukan indikasi PMK. Kami juga mengintensifkan edukasi kepada masyarakat sampai level desa/kelurahan melalui Bhabinkamtibmas dan Babinsa,” jelas Kapolres Andi.

Sementara itu Kepala Disnakkan Kabupaten Situbondo Kholil, SP, MP menjelaskan bahwa virus yang menyerang ternak, berupa virus mulut dan kuku ini tidak menular kepada manusia. Akan tetapi, hanya menular dari hewan ternak ke hewan ternak yang lain.

Namun sampai hari ini (11/5) laporan dari tenaga medis, untuk Kabupaten Situbondo masih belum menemukan gejala serangan virus mulut dan kuku yang menyerang hewan ternak,” papar Kholil.

Masih kata Kholil, Dinas Peternakan dan Perikanan sudah mengambil langkah pencegahan dengan menerjunkan Dokter Hewan di 6 Puskeswan dan 17 Mantri Pertanian di 17 Kecamatan se-Kabupaten Situbondo.

Kholil juga mengakui, pihaknya telah melakukan eradikasi dan disinfektan pada sejumlah kandang hewan ternak dan juga memberikan vitamin kepada para peternak secara gratis.

"Kami juga memberikan pemeriksaan hewan ternak secara berkala,” pungkas Kholil.

Pewarta : Syamsuri
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya