SUARA INDONESIA

Sistem Satu Arah di Jember Mulai Berlaku 24 Jam, Banyak Penolakan dari Berbagai Pihak

Ambang Hari Laksono - 27 October 2023 | 16:10 - Dibaca 2.48k kali
News Sistem Satu Arah di Jember Mulai Berlaku 24 Jam, Banyak Penolakan dari Berbagai Pihak
Ilustrasi SSA di empat ruas jalan di Jember. (Ambang/Suara Indonesia)

JEMBER, Suaraindonesia.co.id - Dinas Perhubungan (Dishub) secara resmi memberlakukan sistem satu arah (SSA) selama 24 jam di ruas Jl. Kalimantan, Jl. Mastrip, Jl. Riau dan Jl. Jawa, kawasan Kampus Tegalboto di Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mulai Sabtu 28 Oktober 2023 besok.

Hal itu menyusul rampungnya uji coba SSA di keempat jalan tersebut yang sebelumnya diterapkan setiap Senin - Jumat pukul 06.00 - 08.00 WIB dan 16.00 - 18.00 WIB.

Melalui siaran pers, Kepala Dishub Jember, Agus Wijaya menyampaikan, keputusan pemberlakuan SSA selama 24 jam di keempat ruas jalan itu adalah berdasarkan hasil evaluasi Dishub dengan Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (Forum LLAJ).

“Hasil evaluasi dengan Forum LLAJ pascapelaksanaan uji coba SSA, akan lebih efektif apabila diterapkan selama 24 jam penuh,” ujarnya, Jumat (27/10/2023).

SSA yang diberlakukan di keempat jalan yang menghubungkan antarperguruan tinggi di Jember itu akan dimulai dari bundaran DPRD ke arah bundaran mastrip melalui Jl. Kalimantan, kemudian bundaran Mastrip hingga perempatan Kaliurang melalui Jl. Mastrip, perempatan Kaliurang hingga pertigaan Prosalina melalui Jl. Riau dan terakhir dari pertigaan Prosalina menuju bundaran DPRD melalui Jl. Jawa.

“SSA selama 24 jam ini akan diberlakukan mulai Sabtu besok, tanggal 28 Oktober 2023 dan akan dilakukan evaluasi secara periodik,” terang Agus.

Sementara itu, pemberlakuan SSA selama 24 jam ini, justru menuai penolakan dari berbagai pihak. Mulai dari kalangan pedagang, mahasiswa hingga pengemudi ojek online (ojol).

Fatah, salah seorang pedagang ayam geprek, menolak keras pemberlakuan SSA di keempat ruas jalan tersebut. “Nggak efektif, jalurnya dibikin muter, saya jualannya di Jl. Mastrip, sedangkan saya juga harus sering mengambil persediaan bahan baku di Jl. Kalimantan, itu harus muter dulu ke Jl. Riau dan Jl. Jawa,” ujarnya.

Di sisi lain, Evan yang bekerja sebagai pengemudi ojol juga menyuarakan hal yang serupa. Bahkan dirinya dengan para komunitas ojol akan menyuarakan penolakannya tersebut saat aksi demonstrasi pada 31 Oktober mendatang.

“Ini diberlakukan secara mendadak dan tiba-tiba. Kemarin saja waktu masih uji coba, saya sering muter waktu ambil orderan, apalagi kalau sudah 24 jam besok. Iya kalau di Google Maps juga di update rutenya, lah kalau nggak update ya sama aja menyusahkan kami. Ini nanti akan kita sampaikan pada saat demo,” paparnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Ambang Hari Laksono
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV