SUARA INDONESIA

Banyuwangi Siapkan Dana Abadi Daerah untuk Jamin Keberlanjutan Pembangunan

Muhammad Nurul Yaqin - 30 October 2025 | 23:10 - Dibaca 449 kali
News Banyuwangi Siapkan Dana Abadi Daerah untuk Jamin Keberlanjutan Pembangunan
Pemkab Banyuwangi bahas rencana pembentukan Dana Abadi Daerah bersama DPRD dan instansi terkait untuk menjaga keberlanjutan pembangunan. (Foto: Muhammad Nurul Yaqin/suaraindonesia.co.id).

SUARA INDONESIA, BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tengah menyiapkan langkah strategis menjaga kesinambungan pembangunan dengan membentuk Dana Abadi Daerah (DAD) sebagai instrumen keuangan jangka panjang.

Kepala BPKAD Banyuwangi, Cahyanto Hendri Wahyudi, menjelaskan dana abadi ini dirancang sebagai tabungan investasi daerah agar pembangunan tetap berlanjut meski fiskal mengalami fluktuasi.

“Dana ini akan ditempatkan pada instrumen investasi yang aman dan produktif. Hasilnya digunakan untuk pembiayaan kegiatan prioritas masyarakat,” jelas Cahyanto usai rapat dengar pendapat bersama legislatif dan elemen masyarakat, yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, di Gedung DPRD Banyuwangi,, Kamis (30/10/2025).

Ia menambahkan, seluruh proses pembentukan dan pengelolaan DAD akan mendapat pendampingan aparat penegak hukum, guna memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapannya.

Modal awal dana abadi akan dihimpun dari sumber legal, seperti dividen saham, hasil investasi daerah, dan pendapatan sah lainnya yang tidak dibelanjakan langsung.

Cahyanto menegaskan, keuntungan dari pengelolaan dana akan digunakan untuk program prioritas, seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ekonomi kreatif.

“Skema ini memungkinkan hasil kekayaan daerah diputar menjadi pendapatan berkelanjutan. Dengan begitu, Banyuwangi memiliki sumber pendanaan baru di luar PAD tahunan,” ujarnya.

Dana Abadi Daerah akan dikelola secara profesional dengan pengawasan ketat melibatkan pemerintah, akademisi, aparat hukum, dan praktisi keuangan agar tetap berintegritas.

Skema yang dirancang juga menegaskan pokok dana tidak boleh digunakan untuk belanja, melainkan hanya hasil pengembangannya yang bisa dimanfaatkan.

Kepala Badan Pendapatan Banyuwangi, Samsudin, menambahkan bahwa DAD akan menjadi penyangga keuangan daerah agar tetap stabil menghadapi dinamika ekonomi.

“Dana ini harus dijaga agar terus tumbuh dan memberi manfaat jangka panjang bagi Banyuwangi,” tegasnya.

Menurutnya, pembentukan DAD merupakan ikhtiar untuk menyiapkan Banyuwangi masa depan, agar generasi mendatang tetap merasakan hasil pengelolaan sumber daya saat ini. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV