SUARA INDONESIA

Sejumlah Lampu Jalan di Kota Super Premium Labuan Bajo Mati, Warga Minta Perhatian Pemerintah

Florianus Edi - 21 February 2026 | 18:02 - Dibaca 734 kali
News Sejumlah Lampu Jalan di Kota Super Premium Labuan Bajo Mati, Warga Minta Perhatian Pemerintah
Potret jalan gelap di Jalan Soekarno Hatta Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT. (Foto: Flori Edi/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, MANGGARAI BARAT - Di tengah gaung branding sebagai destinasi super premium, ironi justru tampak di jantung Kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Sejumlah lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta terpantau tidak menyala saat malam hari.

Pantauan media ini, Sabtu (21/2/2026) malam, beberapa titik di ruas utama kawasan tersebut terlihat gelap karena lampu jalan tidak berfungsi. Padahal, kawasan itu merupakan akses vital yang kerap dilalui wisatawan maupun warga setempat.

Salah seorang pengguna jalan, Safri (35), mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Menurutnya, seluruh lampu jalan seharusnya berfungsi optimal demi menunjang keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan pada malam hari.

“Lampu jalan itu sumber penerangan, apalagi di kawasan yang menjadi pusat aktivitas. Kalau tidak menyala, penerangan terganggu dan tentu membahayakan,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (21/2/2026) di Labuan Bajo.

Safri menuturkan, secara kasatmata banyak tiang lampu berdiri di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta. Namun, sebagian di antaranya hanya menjadi pajangan karena lampunya mati.

“Di beberapa titik terlihat banyak tiang lampu, tetapi ada yang tidak berfungsi. Ini sangat disayangkan,” keluhnya.

Ia menyebut, kondisi tersebut berdampak langsung bagi pejalan kaki, termasuk wisatawan yang berjalan di trotoar pada malam hari. Tidak jarang, mereka terpaksa menyalakan senter telepon genggam untuk membantu penerangan.

“Sering kali wisatawan maupun warga yang berjalan kaki harus menyalakan senter handphone karena kondisi jalan cukup gelap,” jelasnya.

Menurut Safri, situasi itu menciptakan kesan kurang baik bagi wajah kota wisata yang menyandang predikat super premium.

“Saya hampir setiap hari melintas di sini. Rasanya kurang enak dipandang kalau wisatawan berjalan dalam kegelapan, sementara tiang lampu berdiri tetapi tidak menyala,” tambahnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui dinas terkait segera melakukan pengecekan lapangan dan memperbaiki lampu-lampu yang tidak berfungsi.

“Harapannya, pihak terkait turun langsung untuk memastikan lampu jalan menyala pada malam hari. Kalau memang ada yang rusak, segera diperbaiki,” tegasnya.

Menurutnya, slogan kota premium tidak cukup hanya pada promosi pariwisata, tetapi juga harus diikuti dengan perbaikan infrastruktur dasar, termasuk penerangan jalan di ruang-ruang publik. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Florianus Edi
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV