SUARA INDONESIA

Meditasi Ibu Hamil di Bali Mencatatkan Rekor MURI, Diikuti 1.300 Peserta se-Indonesia

Muhammad Nurul Yaqin - 16 May 2026 | 20:05 - Dibaca 173 kali
News Meditasi Ibu Hamil di Bali Mencatatkan Rekor MURI, Diikuti 1.300 Peserta se-Indonesia
Meditasi ibu hamil massal mencatatkan rekor MURI di Bali nasional. (Foto: Istimewa).

SUARA INDONESI, DENPASAR — Upaya menjaga kesehatan mental ibu hamil di Indonesia mencatat sejarah baru. Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) resmi mencatat agenda “TATA HATI – Meditasi Khusus Ibu Hamil” sebagai aksi meditasi kesehatan mental ibu hamil dengan peserta terbanyak di Indonesia.

Program yang diinisiasi oleh Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali ini digelar secara hybrid dari Harris Hotel & Conventions Denpasar, Bali, Sabtu (16/5/2026), dalam rangka memperingati HUT IBI ke-75.

Data panitia mencatat sebanyak 1.305 peserta terdaftar, dengan 111 peserta hadir secara langsung di lokasi. Skala jangkauan gerakan ini meluas melalui pemanfaatan teknologi digital, di mana 303 titik tautan zoom dibuka secara simultan dan diikuti secara berkelompok di berbagai wilayah Indonesia.

Kegiatan ini juga dilaksanakan melalui nonton bersama di jaringan SOUL Center serta berbagai fasilitas layanan kesehatan masyarakat di sejumlah daerah, termasuk di 8 kabupaten dan 1 kota di Bali. Konsep hybrid tersebut menjadikan Tata Hati sebagai salah satu gerakan meditasi kesehatan mental ibu hamil terbesar di Indonesia.

Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental kini semakin meningkat, termasuk dalam masa kehamilan. Jika selama ini perhatian lebih banyak tertuju pada pemenuhan nutrisi dan kesehatan fisik ibu hamil, kondisi emosional dan mental seorang ibu kini mulai dipahami memiliki pengaruh besar terhadap kualitas kehamilan hingga perkembangan bayi dalam kandungan.

Berangkat dari kepedulian tersebut, program “TATA HATI – Meditasi Khusus Ibu Hamil” menghadirkan sesi talkshow dan meditasi kesehatan mental ibu hamil yang dipandu oleh Bunda Arsaningsih.

Ketua Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK), Adek Dharana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental ibu hamil sebagai gerbang pertama pembentukan generasi masa depan.

“Mewakili Yayasan Cahaya Cinta Kasih, saya menyambut kehadiran jiwa-jiwa mulia yang hari ini tengah mengemban amanah suci kehidupan. Kehadiran ibu-ibu di sini, baik secara fisik maupun melalui Zoom, adalah bukti kesadaran akan pentingnya menjaga gerbang pertama peradaban,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ikatan Bidan Indonesia (IBI) atas kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan tersebut.

“Kolaborasi Yayasan Cahaya Cinta Kasih bersama IBI dalam rangka HUT IBI ke-75 dan Hari Bidan Internasional merupakan sinergi antara sains medis dan pemulihan batin. Bidan menjaga raga, dan kita di sini bersama-sama menjaga jiwa,” kata Adek Dharana.

Menurutnya, pelaksanaan “TATA HATI” ke-9 ini menjadi sangat spesial karena secara khusus membahas kesehatan mental ibu hamil sebagai akar pembentukan kehidupan.

“Jika sebelumnya kita berbicara tentang kesehatan mental secara umum, hari ini kita berbicara tentang akar kehidupan. Ibu hamil tidak hanya mengandung raga, tetapi juga menenun energi dan emosi. Anak yang akan lahir adalah cermin dari kedalaman rasa ibunya,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, YCCK ingin turut mempersiapkan hadirnya Generasi Emas Indonesia 2045 melalui penguatan mental dan spiritual sejak dalam kandungan.

“Melalui metode SOUL Reflection yang dipandu Bunda Arsaningsih, kita belajar membersihkan endapan negatif dan memperkuat afirmasi positif. Ini adalah gerakan kolektif untuk masa depan,” ujarnya.

Senior Manager MURI, Triyono, hadir langsung untuk melakukan verifikasi kegiatan yang berlangsung secara hybrid tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi gerakan unik dan luar biasa dalam mendukung kesehatan mental ibu hamil di Indonesia.

Piagam penghargaan MURI diberikan kepada Yayasan Cahaya Cinta Kasih sebagai penyelenggara, SOUL sebagai pendukung acara, serta Bunda Arsaningsih sebagai narasumber sekaligus pemegang rekor.

“MURI berharap kegiatan ini terus berlanjut dari tahun ke tahun dan membantu menjaga kesehatan mental ibu-ibu hamil di Indonesia agar terlahir anak-anak dengan jiwa yang bercahaya, baik secara jasmani maupun mental,” ujar Triyono.

Dalam sesi meditasi, Bunda Arsaningsih didampingi oleh dr. Rastho Mahotama selaku Senior Trainer of SOUL. Pada kesempatan tersebut, Bunda Arsaningsih membahas pentingnya menjaga kesehatan mental ibu hamil karena kondisi emosional seorang ibu dinilai sangat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam kandungan.

Menurutnya, proses pertumbuhan manusia dimulai sejak berada di dalam kandungan dan seorang ibu menjadi sosok yang paling besar menopang proses tersebut, baik secara fisik maupun mental. Perubahan hormonal selama kehamilan juga dinilai dapat memengaruhi kondisi emosional ibu, mulai dari rasa takut, cemas, sedih, hingga tekanan menjelang persalinan.

Dalam sesi meditasi tersebut, para peserta diajak untuk mengenali emosinya, melepaskan rasa takut dan kecemasan, membangun komunikasi batin dengan bayi dalam kandungan, serta menghadirkan afirmasi positif dan rasa cinta kepada janin.

Bunda Arsaningsih meyakini bahwa kualitas karakter anak mulai dibentuk sejak dalam kandungan. Masa kehamilan selama sembilan bulan menjadi fase penting dalam membentuk rasa aman, kasih sayang, dan kualitas emosi anak di masa depan.

“Dari seorang ibu yang bahagia akan terlahir jiwa-jiwa yang bercahaya,” ujar Bunda Arsaningsih, pendiri Yayasan Cahaya Cinta Kasih ini.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental ibu hamil, meditasi mulai dipandang sebagai salah satu pendekatan yang membantu ibu menemukan ketenangan, mengurangi kecemasan, meningkatkan rasa percaya diri menjelang persalinan, serta membangun koneksi batin yang lebih dalam dengan bayi yang dikandung.

Pendekatan holistik dalam Tata Hati dikembangkan dari metode Senam dan Meditasi Yophytta Maternal karya Bunda Arsaningsih yang telah diteliti secara ilmiah oleh Prof. Dr. Budi Santoso, dr., SpOG(K).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah mengikuti program secara rutin selama satu bulan, 75 persen responden mencapai tingkat kecemasan normal dan 91,67 persen responden memiliki kadar kortisol normal. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa metode Yophytta efektif membantu menurunkan kecemasan ibu menjelang persalinan. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV