SUARA INDONESIA

BPS Bone: Kualitas Data Sensus Ekonomi Ditentukan oleh Kualitas Mitra Statistik

Abustian - 16 June 2026 | 06:06 - Dibaca 49 kali
Pelayanan Publik BPS Bone: Kualitas Data Sensus Ekonomi Ditentukan oleh Kualitas Mitra Statistik
Kepala BPS Bone, Abdi Amin. (Foto: AI)

SUARA INDONESIA, BONE - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bone Sulsel H Abdi Amin menyebut kualitas data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi (SE) tahun 2026 ditentukan dari dua hal utama, salah satunya tergantung dari kualitas Mitra Statistik atau petugas pendata. 

"Data itu baik atau buruk penentu utamanya ada dua. Pertama kejujuran responden, kedua kejelian petugas Mitra Statistik dalam menggali informasi di lapangan. Makanya sering saya katakan bahwa kualitas data  ditentukan oleh kualitas mitra," ujar Amin, Senin (15/6/2026). 

Amin menjelaskan, seorang mitra statistik sebelum diterjunkan ke lapangan untuk mendata, terlebih dahulu dilatih secara instensif agar menguasai tugas pendataan di lapangan. Jika ada oknum mitra statistik yang ngarang data, langsung dipecat dan dikenakan denda. 

"Petugas sensus ini dilatih 4 hari, mereka bermalam di hotel untuk diberikan pemahaman materi konsep dan definisi, tata cara berwawancara menghadapi responden dan lainnya," katanya.

"Hanya saja terkait kejujuran responden tentunya tidak bisa kita paksakan tapi menghimbau, disitulah pentingnya dukungan pemerintah, aparat keamanan dan seluruh lapisan masyarakat karena sensus ekonomi milik kita semua bukan hanya milik BPS," lanjut Amin. 

Terkait konsekuensi ketidakjujurannya masyarakat dalam memberikan jawaban, ia mengembalikan hal tersebut kepada Tuhan. Karena kata dia, dalam Undang-undang statistik yang diatur hanya denda atau kurungan untuk responden yang tidak mau memberikan jawaban. 

"Dan bagi responden yang tidak jujur tentu akan juga kembali pada dirinya. Contoh ditanya bapak ada sawah? Saat dijawab tidak ada, maka pada saat ada pemberian bantuan pupuk dan lain-lain tentunya dia tidak akan muncul sebagai penerima bantuan pupuk karena dia tidak bertani alias tidak mengelola sawah," jelasnya.

"Makanya terus diverifikasi, seperti kata Pak Syaifullah Menteri Sosial, kita bukan hanya memperbaiki data tapi kita memperbaiki keadilan di tengah-tengah masyarakat, biar yang menerima betul-betul yang tidak mampu dan yang mampu tidak lagi menerima bantuan," pungkasnya. (Adv)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Abustian
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV