SUARA INDONESIA

Pupuk ZA bersubsidi Langka, Komisi II DPRD Panggil PT. Petro 

Syamsuri - 22 June 2022 | 17:06
Pemerintahan Pupuk ZA bersubsidi Langka, Komisi II DPRD Panggil PT. Petro 

SITUBONDO - Komisi II DPRD Situbondo memanggil Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, (DPKP), distributor pupuk, Kios, pengawas pupuk dengan agenda rapat dengar pendapat atau hearing terkait laporan petani yang sulit mendapatkan pupuk bersubsidi ZA di Kabupaten Situbondo. Rabu (22/06/2022). 

Rapat dengar pendapat yang berlangsung di ruang sidang DPRD tersebut, dipimpin Ketua Komisi II Suswo Pranoto, didampingi jajaran anggota Komisi II DPRD. 

Ketua Komisi II DPRD, Siswo Pranoto mengatakan bahwa hearing tersebut dilakukan untuk menyikapi keluhan dari petani mengenai kelangkaan pupuk disaat musim tanam.

Laporan pertama, datang dari kelompok petani di beberapa Kecamatan yang kesulitan mendapat pupuk bersubsidi ZA.

Ternyata ada juga petani yang datang kerumah saya,  dia mengeluhkan hal serupa.

"Maka dari itu, hari ini kami panggil dinas terkait dan juga distributor, Kios, Pengawas pupuk, dan Produsen PT. Petro, ke DPRD untuk mecari solusinya sehingga keluhan petani ini bisa teratasi,” kata Siswo Pranoto. 

Menurut Siswo, berdasarkan laporan yang ia terima dari hasil laporan masyarakat terkait kelangkaan pupuk ZA bersubsidi di Kabupaten Situbondo, Komisi II DPRD tadi sudah Memanggil dinas pertanian dan Ketahanan Pangan, Kios, distributor, dan pihak produsen dari PT Petro yang menangani pupuk ZA dan Ponska.

Menurutnya, kelangkaan pupuk ZA bersubsidi ini terjadi, karena adanya keterlambatan exspidisi dari PT. Petro ke gudang PT. Petro Situbondo terlambat, dengan kejadian tersebut akhirnya para petani jadi kambing hitam, yaitu harus melengkapi administrasi sesuai data yang ada di e-RDKK, padahal persyaratan tersebut bukan merupakan Acuan yg dinomor satukan, jelas Siswo Pranoto. 

Dari jumlah usulan pupuk ZA bersubsidi sebanyak 5.674 ton, sesuai dengan SK Gubernur dari usulan tersebut semuanya telah dipenuhi seratus persen.

Dari jumlah tersebut, pada termin pertama telah di distribusikan kepada Distributor sebanyak 3.982 ton, sehingga sisanya tinggal 1692 ton dan didistribusikan lagi di termin kedua sebanyak 775 ton, sehingga pada termin kedua masih ada sisa 917 ton, jelasnya. 

Dari hasil rapat tadi Komisi II DPRD Situbondo meminta kepada distributor, kios, dinas pertanian dan Ketahanan Pangan serta produsen yang dalam hal ini PT. Petro agar pro aktif.

"Untuk melancarkan pendistribusian tersebut, tentunya harus melengkapi kelengkapan seluruh administrasi yang diminta sesuai dengan data yang ada di RDKK," ucapnya. 

Karena waktunya sudah sangat mepet, Komisi II DPRD menghimbau kpada PT. Petro untuk segera mencukupi kebutuhan petani.

"Sebab stock yang ada di gudang PT Petro sampai hari ini untuk pupuk ZA masih cukup dan masih ada sisa sebanyak 917 tonton,"ujar Siswo Pranoto. 

"Untuk memastikan bahwa stock pupuk ZA bersubsidi di gudang itu ada, komIsi II DPRD Situbondo dalam waktu dekat akan melakukan Sidak ke PT. Petro Situbondo," imbuhnya. 

Sementara Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan saat hearing di gedung DPRD Situbondo siap untuk membantu semua administrasi yang dibutuhkan oleh distributor.

"Hal ini kita lakukan demi lancarnya pendistribusian pupuk ZA bersubsidi di Situbondo," tutupnya. 

Pewarta : Syamsuri
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya