SUARA INDONESIA

Pemerintah Siapkan Swasembada Gula di Tengah Ancaman Krisis Pangan Dunia

Mohamad Alawi - 04 November 2022 | 22:11 - Dibaca 1.44k kali
Pemerintahan Pemerintah Siapkan Swasembada Gula di Tengah Ancaman Krisis Pangan Dunia
Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, mendampingi Presiden Jokowi saat kunjer di Mojokerto, Jumat (4/11/2022). (Foto: Nurul Anwar)

Mojokerto - Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, gembira atas peresmian pabrik PT Energi Agro Nusantara, anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara X, Jumat (4/11/2022). Pabrik ini mengolah molasses menjadi ethanol 99.5 persen. Perusahaan ini berbasis bahan bakar energi terbarukan.

Pasalnya, selain memberikan dampak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mojokerto, kehadiran pabrik ini juga akan menyerap tenaga kerja di Mojokerto. 

"Pemerintah Republik Indonesia (RI) baru memulai revitalisasi industri gula nasional untuk ketahanan pangan di tengah ancaman krisis pangan dunia," ungkap Gus Barra kepada media ini, Jumat (4/11/2022). 


Diproyeksikan 5 tahun ke depan, RI akan mampu berswasembada gula nasional. 

Menurut Gus Barra, Jokowi menyatakan bahwa pemerintah RI telah memulai sesuatu yang baru terkait urusan tebu. Revitalisasi industri gula. Pemanfaatan bibit tebu dari negara Brazil. Jokowi menilai, varietas tebu dari Brazil ini tumbuh subur di tanah Mojokerto. 

"Ini tadi pak presiden menggunakan varietas yang paling baru ini. Menurut pak presiden, bumi Mojokerto sangat cocok, itu tidak perlu pemupukan nitrat, potas, itu tidak perlu karena tanahnya sudah subur," kata Gus Barra. 

Lebih lanjut dikatakan Gus Barra, Jokowi membandingkan pertumbuhan tanaman di Mojokerto dan Brazil.

"Setelah ditanam ini, setelah 26 hari lihat hasilnya sangat luar biasa. Biasanya di Brazil nongolnya 2, disini bisa 4 sampai 5," ungkapnya kepada awak media. 

Pemerintah RI tengah bekerja keras menciptakan 700 ribu hektar lahan untuk penanaman tebu. Apabila hal ini tercapai, maka tidak menutup kemungkinan 5 tahun ke depan RI bisa swasembada gula. 

"Pemerintah sedang menyiapkan 700 ribu hektar, dan yang ada baru 180 ribu hektar," jelasnya. 

Swasembada Gula dan Ketahanan Energi

Jokowi menyatakan bahwa apabila swasembada gula ini bisa tercapai, maka industri etanol dan industri bioetanol bisa dikerjakan.

"Kalau swasembada gula bisa tercapai, larinya sebagian bisa dilarikan untuk masuk ke etan. Kita mulai dengan E5 dulu, berjalan, kemudian E10, E20, kita main dulu untuk B20, B30, untuk sawit ini sama. Saya senang ini sudah ketemu, jurusnya," ungkapnya.

Jokowi menambahkan, bahwa gula di satu sisi juga menghasilkan molase. Molase merupakan produk dari industri pengolahan gula tebu atau gula bit yang berfungsi sebagai media pemeliharaan bakteri dalam proses pembuatan probiotik.

"Sehingga nantinya selain gulanya terpenuhi, karena sisi gulanya menghasilkan molese, ini yang dipakai untuk membangun industri etanol dan industri bioetanol untuk memperkuat ketahanan energi kita," jelasnya.

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Mohamad Alawi
Editor : Moh.Husnul Yaqin

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya