SUARA INDONESIA, BANJARNEGARA - Ketua DPRD Banjarnegara, Slamet, mendorong Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Banjarnegara untuk mulai membuka Program Studi (prodi) pertanian. Hal ini disampaikan saat kunjungan dan silaturahmi di HKTI 1 Purwareja Klampok, Selasa (31/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Slamet menegaskan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Bahkan, lebih dari 60 persen perputaran ekonomi masyarakat Banjarnegara berasal dari sektor ini.
“Selama ini masih banyak SMK yang belum berani membuka prodi pertanian. Padahal kebutuhan di masyarakat sangat besar,” ujarnya, kepada Suara Indonesia.
Slamet berharap HKTI 1 Purwareja Klampok dapat menjadi pelopor dalam mendorong lahirnya prodi pertanian di sekolah-sekolah, khususnya SMK. Dengan adanya pendidikan berbasis pertanian, diharapkan mampu mencetak generasi muda yang siap mengembangkan sektor tersebut secara modern dan berkelanjutan.
Menurutnya, keterlibatan dunia pendidikan sangat penting untuk mendukung kemajuan pertanian di Banjarnegara. Tidak hanya sebagai sektor tradisional, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi yang memiliki potensi besar jika dikelola secara profesional.
“Kami di DPRD siap memfasilitasi apa yang menjadi kebutuhan untuk berdirinya prodi pertanian, khususnya di SMK HKTI 1 Banjarnegara,” tambahnya.
Kepala SMK HKTI 1 Banjarnegara, Nanang Khosim, mengungkapkan bahwa sebenarnya bidang pertanian bukan hal baru bagi sekolahnya. Namun selama ini, kendala utama terletak pada minimnya minat siswa.
“Dari dulu sebenarnya sudah ada pertanian. Kendalanya memang di siswa. Insya Allah dengan adanya dukungan dari pemerintah dan DPRD, kami siap untuk menghidupkan kembali program studi pertanian,” ujarnya.
Nanang menjelaskan, untuk merealisasikan prodi tersebut, langkah awal yang harus ditempuh adalah proses perizinan. Meski demikian, pihak sekolah mengaku telah memiliki kesiapan dari sisi sarana dan prasarana, termasuk tenaga pengajar yang berlatar belakang pendidikan pertanian.
“Yang jelas pertama harus perizinan terlebih dahulu. Untuk sarana prasarana kami sudah siap, dan guru juga masih ada yang memiliki latar belakang jurusan pertanian,” jelasnya.
Terkait penerimaan peserta didik, SMK HKTI 1 Purwareja Klampok Banjarnegara membuka peluang seluas-luasnya, tidak hanya bagi siswa lokal tetapi juga dari luar daerah.
“Kami membuka seluas-luasnya. Dari luar daerah pun kami siap memfasilitasi untuk bisa bersekolah di SMK HKTI 1 Banjarnegara,” pungkasnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Iwan Setiawan |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi