SUARA INDONESIA, SUMENEP - Tantangan perkembangan teknologi digital terus menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Karena itu, Gerakan Pramuka diharapkan mengambil peran lebih besar dalam membangun karakter sekaligus meningkatkan literasi digital generasi muda.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat membuka Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sumenep Tahun 2026.
Bupati menilai penggunaan perangkat digital di kalangan anak-anak saat ini semakin sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Bahkan, banyak anak yang sudah mengenal gawai sejak usia sangat dini sehingga interaksi sosial secara langsung mulai berkurang.
Kondisi tersebut, menurutnya, dapat memengaruhi perkembangan kepribadian anak apabila tidak diimbangi dengan pembinaan yang tepat. Karena itu, organisasi seperti Pramuka memiliki posisi strategis untuk menanamkan nilai kemandirian, kedisiplinan, dan kemampuan berinteraksi secara sehat di tengah masyarakat.
"Hari ini anak-anak kita cenderung hampir 50 persen kehidupannya berbicara dengan digitalisasi. Mereka lebih banyak menggunakan handphone dan media sosial," kata Achmad Fauzi.
Ia menjelaskan bahwa generasi muda saat ini tumbuh dalam lingkungan yang sangat dekat dengan media sosial. Situasi itu membuat mereka mudah mengakses berbagai informasi, termasuk konten yang tidak sesuai dengan usia mereka.
Karena itulah, pendidikan karakter tidak lagi cukup dilakukan di lingkungan sekolah saja, tetapi juga perlu diperkuat melalui organisasi kepemudaan dan dukungan keluarga.
"Perlu penguatan karakter dan moral kepada generasi muda, terutama menghadapi tantangan digitalisasi yang saat ini sangat dekat dengan kehidupan anak-anak kita," ujar Fauzi, Senin (22/06/2026).
Bupati juga mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mengawasi penggunaan teknologi oleh anak. Menurutnya, tanggung jawab membentuk generasi yang berkualitas tidak bisa hanya dibebankan kepada guru ataupun sekolah.
Ia menilai komunikasi antara sekolah, komite dan wali murid perlu diperkuat agar muncul kesadaran bersama dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Dengan pengawasan yang baik, anak-anak dapat memanfaatkan teknologi secara produktif tanpa kehilangan nilai-nilai moral dan etika.
Selain itu, Pramuka diharapkan menjadi sarana pembelajaran yang mampu menumbuhkan integritas sejak usia dini. Organisasi tersebut dinilai memiliki metode pembinaan yang efektif untuk membangun karakter generasi muda yang tangguh menghadapi berbagai tantangan era digital.
"Keberadaan Pramuka harus menjadi contoh bagi generasi muda bahwa Pramuka adalah pribadi yang disiplin, berkarakter kuat dan memiliki integritas sejak dini," tandas Fauzi. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Wildan Mukhlishah Sy |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi