SUARA INDONESIA

Medco Datang, Petani Aceh Timur Hilang Pekerjaan

- 26 January 2021 | 20:01 - Dibaca 1.62k kali
Peristiwa Daerah Medco Datang, Petani Aceh Timur Hilang Pekerjaan
Salah seorang warga sedang menunjukkan lahan sawah yang sudah tidak bisa digarab lagi akibat pembangunan fasilitas PT. Medco. Selasa (26/1). Foto : Zulkifli.

ACEH TIMUR - Kehadiran PT. Medco E & P Malaka dianggap sebagai salah satu penyebab menganggurnya para Petani di Kabupaten Aceh Timur. Selasa, 26/1/2020.

Seperti yang terjadi di Desa Jambo Leubok, Kecamatan Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur, Aceh. Sejak hadirnya Perusahan Minyak dan Gas (Migas) itu, ada sekitar 30-50 orang petani yang hilang pekerjaan.

Pasalnya, tanah seluas ± 80 Ha yang terletak disisi Right Of Way (ROW) PT Medco E&P Malaka, tepatnya di Desa Jambo Leubok, Kecamatan Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur itu merupakan sumber utama ekonomi untuk keberlangsungan hidup mereka sekeluarga. Kini lahan itu tidak dapat digarab lagi dan berubah menjadi lahan tidur, karena terkena imbas dari pekerjaan perusahaan. 

Seperti yang dialami Aminah (46), salah seorang janda yang sudah 27 tahun berprofesi sebagai petani, beberapa tahun terakhir ini Ia turun kasta menjadi buruh dikebun orang, karena lahannya sendiri sudah tidak bisa digarab.

"Lahan sawah dan kebun kami sudah tidak bisa digunakan selama ada jalan Medco, baik untuk tanaman muda atau tanaman tua (keras)," ujar Aminah dengan nada kesal.

Sejak dibuat jalan Medco, sambungnya, air menjadi tergenang dilahan kami, dan bahkan tanaman tua yang sudah bisa dimanfaatkan banyak yang mati, begitupun dengan sawah, sudah tidak bisa dimanfaatkan. Akhirnya kami harus mencari penghasilan ketempat lain dengan upah yang tidak seberapa." jelas Aminah.

Selain tergenang air dilahan, warga juga protes kepada PT. Medco atas tanah longsor dan gorong-gorong pembuangan air yang terletak di Jalan Right Of Way (ROW) KP 6+700 jalur CPP-Jambo Bale. 

Aminah yang mewakili petani lainnya hampir putus asa, karena keluhan mereka yang sudah bertahun-tahun tidak ada yang mendengar, bahkan Ia sempat berfikir untuk melakukan tindakan konyol.

"Sudah lelah saya melakukan protes, namun tidak pernah mereka dengarkan, saat diprotes mereka hanya janji-janji untuk meredam amarah kami, kemudian mengabaikan begitu saja, ungkap Aminah.

Saya berharap, sambungnya lagi, pihak terkait bisa mendengar yang kami keluhkan ini. kami juga menuntut pihak perusahaan untuk bertanggung jawab, dan menangani permasalahan yang kami alami, supaya kami bisa menggarap lagi lahan sendiri." pungkas Aminah. ().

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta :
Editor :

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV

Peristiwa Daerah

View All
EDISI, RABU 30 JULI 2025
30 July 2025 - 22:07
EDISI, RABU 30 JULI 2025
EDISI, 10 JUNI 2025
10 June 2025 - 15:06
EDISI, 10 JUNI 2025
EDISI, 4 JUNI 2025
04 June 2025 - 13:06
EDISI, 4 JUNI 2025
EDISI, 31 MEI 2025
31 May 2025 - 13:05
EDISI, 31 MEI 2025
EDISI, 28 MEI 2025
28 May 2025 - 13:05
EDISI, 28 MEI 2025