SUARA INDONESIA, BLORA - Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, berupaya mengoordinasikan bantuan penyambungan listrik bagi 25 kepala keluarga (KK) di Desa Buluroto yang hingga kini belum memiliki sambungan listrik mandiri dan masih bergantung pada aliran listrik dari rumah tetangga.
Camat Banjarejo Blora, Heksa Wismaningsih mengatakan persoalan tersebut menjadi perhatian pemerintah kecamatan karena akses listrik merupakan kebutuhan dasar yang penting bagi masyarakat.
"Soal jaringan listrik bagi warga yang belum memiliki sambungan sendiri akan menjadi perhatian kami. Kami akan berupaya mengoordinasikan dengan pihak terkait agar ada bantuan yang masuk ke wilayah kami," katanya saat dihubungi, Sabtu (20/6/2026).
Ia mengakui kebijakan efisiensi anggaran berpotensi menjadi kendala bagi organisasi perangkat daerah (OPD) maupun instansi terkait dalam merealisasikan program bantuan.
Meski demikian, pihaknya memastikan koordinasi akan terus dilakukan agar peluang bantuan tetap terbuka bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Kami menyadari efisiensi anggaran tentu menjadi tantangan bagi OPD maupun instansi terkait. Namun, kami akan terus berkoordinasi agar masyarakat yang belum memiliki sambungan listrik mandiri tetap bisa mendapatkan perhatian," ujar Heksa.
Sementara Kepala Desa Buluroto Margono mengatakan masih terdapat sekitar 25 kepala keluarga yang belum memiliki sambungan listrik sendiri sehingga harus menyalur dari rumah tetangga.
"Ada sekitar 25 warga yang belum memiliki akses listrik mandiri dan masih ikut tetangga," ujarnya.
Ia menegaskan pemerintah desa siap menindaklanjuti apabila terdapat program bantuan penyambungan listrik dari pemerintah maupun pihak lain bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Kalau ada bantuan dari pemerintah, kami siap menyalurkan kepada warga yang belum memiliki sambungan listrik," kata Margono.
Salah satu warga yang masih merasakan keterbatasan tersebut adalah keluarga Sarni (90), warga Dukuh Pojok, Desa Buluroto.
Selama lebih dari 30 tahun, Sarni tinggal di rumah sederhana berukuran sekitar 8 x 5 meter yang hingga kini masih berlantai tanah.
Sukarjo (66), putra Sarni yang keseharian bekerja sebagai pedagang es keliling mengatakan, bahwa keluarganya hingga kini belum memiliki sambungan listrik sendiri.
"Sudah puluhan tahun kami tinggal di sini. Sampai sekarang listrik masih menyalur dari tetangga karena belum memiliki sambungan sendiri," katanya.
Selain belum memiliki sambungan listrik mandiri, keluarga Sarni juga masih menggunakan kayu bakar untuk memasak karena dinilai lebih terjangkau.
Sementara kebutuhan air bersih dipenuhi dari sumur manual yang berada di sekitar rumah.
Dengan masih adanya puluhan rumah tangga yang bergantung pada sambungan listrik tetangga, Desa Buluroto menjadi salah satu wilayah yang membutuhkan perhatian dalam upaya pemerataan akses energi.
Program bantuan penyambungan listrik gratis, seperti Light Up The Dream (LUTD) yang dijalankan PT PLN (Persero), dinilai berpotensi membantu masyarakat prasejahtera memperoleh akses listrik yang layak.
Program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Team Work |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi