SUARA INDONESIA

15 Ribu Warga Malang Raya Ikuti Apel Akbar dan Petisi Dukung Program MBG

Aditya Mahatva Yodha - 20 June 2026 | 09:06 - Dibaca 312 kali
News 15 Ribu Warga Malang Raya Ikuti Apel Akbar dan Petisi Dukung Program MBG
Peserta apel akbar senam bersama dalam rangka mendukung program MBG di Alun-alun Tugu Kota Malang. (Foto: Aditya/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, MALANG - Ribuan masyarakat yang terdiri atas relawan, mitra program, petani, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta berbagai elemen masyarakat se-Malang Raya memadati Alun-Alun Tugu Kota Malang pada Sabtu (20/6/2026) pagi.

Kehadiran massa yang diperkirakan mencapai 15 ribu orang ini bertujuan untuk menggelar Apel Akbar dan Senam Bersama sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi bagi masyarakat bawah yang mengaku telah merasakan langsung dampak positif dari kebijakan pemerintah. Khususnya, kebijakan yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi rakyat, penguatan UMKM, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pemenuhan gizi nasional.

Dalam aksi damai tersebut, para peserta tampak membawa berbagai poster dan gambar bertuliskan "Prabowo Baik" serta pesan yang mengingatkan bahwa ada 82 juta jiwa penerima manfaat dari program nasional ini.

Tidak hanya berorasi dan senam bersama, ribuan warga juga membubuhkan tanda tangan dalam lembar petisi sebagai komitmen tertulis agar Program MBG terus berjalan demi masa depan generasi bangsa.

Program MBG dinilai tidak hanya berfokus pada pemenuhan nutrisi anak bangsa, melainkan juga ampuh dalam menggerakkan roda perekonomian lokal secara inklusif. Dampak positifnya dirasakan langsung oleh ekosistem ekonomi dari sektor hulu hingga hilir.

Panitia Apel Akbar Dukungan Program MBG, Raden Djoni Sudjatmoko, menegaskan bahwa kerumunan massa yang hadir hari ini menjadi bukti otentik bahwa program pemerintah benar-benar berjalan dan dirasakan manfaatnya secara riil di tengah masyarakat, melampaui riuh rendahnya kritik di ruang digital.

"Selama ini yang sering terlihat di media sosial adalah suara-suara yang menolak atau mengkritisi program pemerintah. Namun, fakta di lapangan menunjukkan banyak sekali masyarakat yang merasakan langsung dampak positifnya," ujar Raden Djoni di sela-sela acara.

Ia menggarisbawahi bahwa kehadiran belasan ribu warga ke Alun-Alun Tugu bukan semata-mata karena faktor figur tertentu. Masyarakat bergerak mandiri karena meyakini sejumlah program pemerintah telah memberikan stimulus nyata terhadap pendapatan perekonomian mereka sehari-hari.

Melalui rantai pasok Program MBG, para petani lokal mendapatkan kepastian serapan hasil panen, pelaku UMKM dan katering memperoleh lonjakan pesanan, hingga terciptanya lapangan kerja baru bagi tenaga kerja lokal yang terlibat dalam proses distribusi makanan.

Melalui momentum apel akbar ini, masyarakat Malang Raya ingin menunjukkan bahwa partisipasi publik dalam pembangunan nasional tidak hanya diwujudkan melalui kritik di media sosial.

Dukungan konstruktif di dunia nyata terhadap program yang terbukti membawa maslahat luas dinilai jauh lebih krusial.

Dalam perspektif pembangunan nasional, kolaborasi erat antara pemerintah dan masyarakat seperti ini merupakan pilar penting.

Sinergi ini menjadi kunci utama untuk mewujudkan target-target besar negara yakni meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Aditya Mahatva Yodha
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV