SUARA INDONESIA

Tradisi Tajin Safar Masyarakat Madura, Berikut Hikmahnya

- 27 September 2021 | 13:09
Peristiwa Daerah Tradisi Tajin Safar Masyarakat Madura, Berikut Hikmahnya

SAMPANG - Tradisi Bubur Safar tentunya tak asing lagi bagi kalangan Masyarakat, khususnya masyarakat Madura.

Pada umumnya Bubur Safar ini di buat dan disajikan oleh masyarakat Madura ketika Memasuki Bulan Kedua Penanggalan Islam (Hijriyah) yakni Bulan Safar.

Orang madura menyebutnya dengan istilah Tajin Safar, entah seperti apa sejarahnya belum di ketahui pasti.

Namun hikmahnya dari Tradisi Tajin Safar tersebut menurut Sari salah seorang warga Desa Camplong, sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.

"Sejarahnya kurang tahu,tapi ini sudah ada sejak saya masih kecil, dan ini katanya bapak saya sebagai rasa syukur kepada Allah SWT," katanya, Senin (27/9/2021).

Adapun tradisi membuat Bubur di Blbulan Islam ini Tutur Hj. Sinah salah seorang w arga Desa Sejati, ada dua yakni pertama di bulan Muharrom yang disebut Tajin Sorah dan bulan Safar disebut Tajin Safar.

"Ciri khasnya Tajin Safar ini, berbeda dengan Bubur Muharrom atau Tajin Sorah, Kalo Tajin Sorah terbuat dari beras dan di campur dengan irisan telur dadar dan kacang, sedangkan Tajin Saffar ini dari tepung beras ada ketannya dan di kasih santan," ucapnya.

Meski ada perbedaan dalam ciri khasnya tambahnya, juga ada kesamaan yakni kedua tajin itu di anter-anterkan kepada masyarakat.

"Kesamaanya di anter-anterkan kepada masyarakat untuk saling berbagi,biasa hal ini sampai satu bulan," tutupnya.

Pewarta :
Editor : Nanang Habibi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV