BONDOWOSO -Ahmadi salah seorang Pengurus Harian (PH) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bondowoso menyampaikan klarifikasi soal pemberitaan isu adanya dugaan transaksi jual beli jabatan terkait dengan mutasi jabatan yang sudah digelar beberapa hari lalu.
Ahmadi yang menjabat di Bidang Informasi, Komunikasi dan Media Sosial DPC PPP Bondowoso merasa namanya tertuduh pungutan liar (Pungli) jual beli jabatan, karena disebut-sebut di beberapa media.
"Atas dasar pemberitaan yang mencuat di beberapa media siber terkait dugaan adanya pungutan liar (Pungli) jual beli jabatan, yang seolah-oleh dituduhkan kepada saya, maka saya membantah semua dugaan tuduhan tersebut," kata Ahmadi lewat keterangan tertulis pada media, Senin (27/03/2023).
Ahmadi mengakui, memang ada upaya pendekatan yang dilakukan beberapa oknum pejabat dengan niatan bermacam macam sebelum mutasi itu dilaksanakan. Akan tetapi, pihaknya menolak, karena tidak punya kapasitas terkait hal tersebut.
"Saat nama saya yang katanya disebut-sebut dalam transaksi, coba saja dibuktikan rekaman itu dari siapa, dengan siapa dan ditujukan kepada siapa ?, jika memang ada bukti transfer kepada oknum selain saya dan tujuan transfer itu katanya untuk saya, saya tidak pernah tau menahu soal itu. Silahkan di telusuri saja," ujarnya.
Dia menegaskan, tidak memiliki kapasitas untuk ikut campur dalam proses mutasi atau promosi jabatan pemerintahan, apalagi turut memfasilitasi jual beli jabatan seperti dalam pemberitaan.
Dia pun juga membantah ada pertemuan dan transaksi yang diberitakan dilakukan di rumah HM.
Bahkan, Dia pun memastikan jika itu tidak pernah terjadi.
Bagi yang mengawali adanya tuduhan ini kepada dirinya, sehingga dimuat di beberapa media dan tidak bisa membuktikan kebenaranya, maka dirinya sebagai warga negara yang juga dilindungi hukum, berencana akan melakukan tuntutan sebagaimana hukum yang berlaku.
"Klarifikasi ini saya lakukan mengingat, ada rasa tanggung jawab saya sebagai pengurus partai untuk membersihkan nama saya dan partai," pungkasnya.
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Bahrullah |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi