SUARA INDONESIA

Kota Pendekar Madiun, Launching Logo Branding Baru

Septian - 01 May 2021 | 21:05
Peristiwa Nasional Kota Pendekar Madiun, Launching Logo Branding Baru

MADIUN- Kota Pendekar, itu lah sebutan Kota Madiun saat ini. Bertempat di taman Ngrowo Bening, jumat (30/4)2021), Wali Kota Madiun bersama Forkopimda dan perwakilan paguyuban pencak silat meluncurkan logo baru. 

Wali Kota Madiun Maidi, menuturkan hasil pemilihan logo sudah melalui proses seleksi dan pertimbangan yang matang. 

Dengan brand ini, diharapkan memberikan semangat baru bagi masyarakat maupun Pemerintah Kota Madiun. 

“Jadi (logo) tidak hanya mewakili masyarakat Kota Madiun, tapi juga harus menarik perhatian warga luar kota. Ini penting agar tujuan branding dapat dicapai secara maksimal dan optimal," tuturnya, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Terlebih Maidi mengatakan, brand Kota Pendekar tidak lepas dari banyaknya jumlah perguruan pencak silat dan pendekarnya.

Apalagi, dengan letak geografis yang berada di bagian barat Provinsi Jawa Timur, Kota Madiun menyimpan potensi pengembangan salah satu tradisi budaya asli yakni pencak silat.

"Tak kurang dari 14 perguruan silat ada di Kota Madiun," katanya. 

Wali Kota Madiun mengungkapkan, dalam pemilihan logo dirinya mengharapkan branding yang menarik dan mudah diingat.

Hal itu lah, yang menjadi pertimbangan awal sebelum seseorang memutuskan datang sekaligus memudahkan masyarakat luar mencari hal yang diinginkan di Kota Madiun.

“Dengan branding dapat mengangkat daya tarik dan nilai jual suatu daerah. Sehingga kunjungan wisatawan meningkat, masuknya investasi, serta daerah akan lebih maju dengan banyaknya industri. Artinya, akan terbuka peluang kerja baru, perekonomian meningkat dan sebagainya,” ungkap Maidi. 

Di sisi lain, menurut Maidi pihaknya juga meluncurkan pakaian khas brand Kota Pendekar.

Seragam berwarna hitam polos, nampak digunakan saat pereamian logo Kota Pendekar Itu. 

 “Ini sebagai salah satu identitas Kota Madiun, wajib dilestarikan. Harapannya, pakaian tersebut dapat digunakan dalam event-event tertentu,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Paguyuban Pencak Silat Kota Madiun, Moerdjoko HW, menaruh harapan besar agar pencak silat dapat menjadi ikon wisata.

Apalagi, pencak silat menjadi salah satu pertunjukan budaya, yang ditampilkan dalam puncak acara budaya, yang berlangsung setiap Bulan Suro di kota ini.

“Pencak silat jangan hanya dilihat dari satu sisi. Selain sebagai bela diri dan olahraga, menjadi seni yang dapat dinikmati,” tutup Moerdjoko. (Sep

Pewarta : Septian
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV