SUARA INDONESIA

Situasi Mencekam di Grahadi Surabaya: Polisi Tembakkan Gas Air Mata, Massa Tak Mundur

Dona Pramudya - 29 August 2025 | 20:08 - Dibaca 587 kali
Peristiwa Situasi Mencekam di Grahadi Surabaya: Polisi Tembakkan Gas Air Mata, Massa Tak Mundur
Ricuh di depan Gedung Grahadi Surabaya. (Foto: Dona Pramudya/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, SURABAYA - Kericuhan besar yang pecah di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (29/8), masih terus berlanjut hingga malam hari. Aparat kepolisian berjibaku memukul mundur massa aksi yang bertahan di sekitar pusat kota, sejak kerusuhan pertama kali terjadi sekitar pukul 14.40 WIB.

Pantauan Suara Indonesia di lokasi, sekitar pukul 19.31 WIB, ratusan massa yang sebelumnya memusatkan aksi di Jalan Gubernur Suryo bergeser dan bertahan di Jalan Basuki Rahmat. Situasi tak kunjung kondusif. Massa terus melawan dengan lemparan batu ke arah aparat.

Tak berhenti di situ, mereka juga membakar barier atau pembatas jalan di dua titik berbeda, yakni di depan Polsek Tegalsari dan di depan restoran cepat saji McDonald’s. Api menjilat tinggi, memaksa aparat menutup akses di sekitar titik kerusuhan.

Polisi yang berada di barisan depan tampak bersiaga penuh dengan perisai balistik. Sesekali, tembakan gas air mata dilontarkan ke arah kerumunan untuk memecah konsentrasi massa. Suara ledakan dari pelontar gas air mata disusul teriakan massa membuat suasana di kawasan segitiga emas Surabaya itu semakin mencekam.

Kericuhan tersebut juga berdampak pada aktivitas warga dan bisnis di sekitar lokasi. Sejumlah gerai cepat saji seperti Richeese Factory dan McDonald’s memilih menutup operasional lebih awal demi alasan keamanan.

Hal serupa juga dilakukan sejumlah showroom mobil yang berada di sepanjang Jalan Basuki Rahmat. “Kami terpaksa tutup, takut kalau ada yang rusak karena lemparan batu,” ujar salah satu karyawan showroom yang enggan disebutkan namanya.

Selain bisnis lumpuh, arus lalu lintas di kawasan tersebut juga benar-benar terhenti. Kendaraan pribadi maupun angkutan umum dialihkan oleh aparat ke jalur alternatif. Jalanan yang biasanya padat kendaraan di jam sibuk berubah menjadi arena bentrokan antara massa dan aparat. Beberapa pengendara yang terjebak memilih memutar balik demi menghindari risiko.

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih melakukan upaya pembubaran paksa. Barisan polisi antihuru-hara disiagakan lebih rapat, sementara mobil water cannon tampak disiapkan di sekitar lokasi. Namun massa aksi tampak tetap bertahan, berteriak-teriak, dan sesekali melakukan provokasi.

Kepolisian belum merilis keterangan resmi terkait jumlah korban maupun kerusakan akibat kericuhan ini. Namun, berdasarkan pantauan lapangan, beberapa demonstran terlihat terhuyung-huyung setelah terpapar gas air mata. Situasi diperkirakan masih akan terus memanas apabila massa tidak segera membubarkan diri. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Dona Pramudya
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV