SUARA INDONESIA

Tim SAR Hentikan Pencarian Dua Penambang Pasir Sungai Senowo yang Terkubur Material Lahar

Team Work - 10 March 2026 | 16:03 - Dibaca 412 kali
Peristiwa Tim SAR Hentikan Pencarian Dua Penambang Pasir Sungai Senowo yang Terkubur Material Lahar
Hari ketujuh, tim Sar gabungan hentikan dua penambang pasir yang hanyut diterjang banjir lahar dingin di Sungai Senowo, Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. (Foto: Basarnas untuk Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, MAGELANG - Pencarian terhadap dua penambang pasir yang hanyut diterjang banjir lahar dingin di Sungai Senowo, Muntilan, Kabupaten Magelang, resmi dihentikan pada Senin (9/3/2026) sore setelah tujuh hari upaya pencarian tidak membuahkan hasil.

Luasnya area pencarian serta permukaan bantaran sungai yang tertutup material pasir tebal menjadi kendala bagi tim SAR gabungan dalam menemukan korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Budiono, mengatakan pihaknya melalui Unit Siaga SAR Borobudur telah melakukan berbagai upaya pencarian bersama tim SAR gabungan, baik dengan penyisiran di sepanjang aliran sungai maupun menggunakan alat berat.

“Kami telah mengerahkan empat alat berat berupa excavator untuk membantu membuka tumpukan pasir di area yang diduga menjadi lokasi korban. Namun luasnya area pencarian membuat usaha tim hingga kini belum membuahkan hasil,” ujar Budiono.

Pencarian dilakukan dengan memaksimalkan penggunaan excavator di sekitar lokasi kejadian kecelakaan (LKK) hingga DAM 1 dengan jarak sekitar 600 meter. Selain itu, pencarian juga difokuskan di sekitar titik penemuan korban atas nama Heru sejauh 300 meter.

Tim SAR gabungan juga melakukan penyisiran berulang dari DAM 3 hingga sejauh satu kilometer ke arah hilir dengan pemeriksaan lebih teliti. Namun hingga hari ketujuh, tanda-tanda keberadaan dua korban belum juga ditemukan.

“Setelah berdialog dengan seluruh unsur yang terlibat serta perwakilan keluarga korban, maka disepakati bahwa proses pencarian pada hari ini, Senin (9/3/2026), resmi dihentikan dan ditutup. Status kedua korban atas nama Maryuni dan Hasyim dinyatakan masih belum ditemukan,” kata Budiono.

Meski demikian, pihaknya meminta masyarakat segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Apabila ada warga yang mengetahui atau menemukan keberadaan kedua korban, silakan menghubungi Unit Siaga SAR Borobudur. Kami siap melakukan evakuasi,” tambahnya.

Budiono juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah terlibat dalam proses pencarian.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama seluruh tim SAR gabungan. Apabila ada laporan penemuan, kami berharap dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Sebelumnya, hujan deras yang melanda kawasan Puncak Gunung Merapi pada Selasa (3/3/2026) siang hingga sore memicu banjir lahar dingin di aliran Sungai Senowo yang berada di sisi barat daya Merapi, wilayah Magelang.

Peristiwa tersebut menyebabkan tiga truk penambang pasir hanyut, sementara tiga alat berat dan 12 truk lainnya terjebak material lahar dingin.

Selain itu, lima penambang pasir yang sedang beraktivitas di bantaran Sungai Senowo juga terseret arus lahar dingin. Kelima korban yakni Maryuni, Heru, Hasyim, dan Fuad yang merupakan warga Kabupaten Magelang, serta Iman Setiawan (21), warga Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.

Jasad Iman ditemukan pada Selasa malam sesaat setelah kejadian. Sementara jasad Heru dan Fuad ditemukan pada hari kedua pencarian, Rabu pagi.

Dengan demikian, hingga operasi pencarian dihentikan, masih ada dua korban yang belum ditemukan, yaitu Maryuni dan Hasyim. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Team Work
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV