SUARA INDONESIA, GRESIK - Antrean panjang kendaraan terutama roda dua terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (BBM) di Kabupaten Gresik. Meski pemerintah memastikan tidak ada kenaikan harga, antrean kendaraan justru terlihat semakin ramai, namun antrean warga untuk mengisi BBM jenis Pertalite dan Pertamax terlihat semakin ramai.
Pantauan di lapangan, antrean panjang di SPBU Sembayat, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik terjadi pada Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 19.00 WIB, sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat mengantre untuk mengisi BBM jenis Pertalite dan Pertamax.
Kondisi serupa juga terlihat di SPBU pertigaan Petrokimia Gresik Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo diserbu mobil maupun sepeda motor. Antrean sepeda motor bahkan memanjang hingga jalan raya.
“Sengaja beli untuk mengisi BBM sepeda motor saya, malam ini sampai sekitar pukul 19.00 WIB masih antre. Sepertinya memang karena ada kabar kenaikan harga BBM,” kata Arif, salah satu pengendara sepeda motor yang ikut mengantre.
Isu kenaikan harga BBM ini muncul di tengah eskalasi perang antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat yang kian memanas. Konflik ini telah mengganggu stabilitas pasokan energi dunia, terutama di jalur vital perdagangan minyak.
Pembatasan akses di Selat Hormuz bagi kapal-kapal tertentu menjadi pemicu utama harga minyak mentah dunia kian meroket.
Sementara pihak Istana Kepresidenan telah mengumumkan bahwa Pertamina belum berencana melakukan penyesuaian kenaikan harga BBM subsidi maupun nonsubsidi.
Artinya harga BBM segala jenis dipastikan tidak akan mengalami kenaikan per 1 April 2026, dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat luas.
Adapun kepastian terkait tidak adanya kenaikan harga BBM per 1 April 2026 tersebut saat ini telah resmi diumumkan. PT Pertamina (Persero) juga menegaskan hingga saat ini stok BBM dalam negeri masih aman. Perseroan mengimbau agar masyarakat tidak panik. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Rifki Ahmad |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi