SUARA INDONESIA

Suhu Minus Satu Derajat, Dieng Banjarnegara Kembali Diselimuti Embun Es

Iwan Setiawan - 10 June 2026 | 08:06 - Dibaca 58 kali
Peristiwa Suhu Minus Satu Derajat, Dieng Banjarnegara Kembali Diselimuti Embun Es
Fenomena embun upas pada tahun 2026 dikawasan tinggi Dieng Kabupaten Banjarnegara mulai dirasakan sejak empat hari lalu. (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA BANJARNEGARA - Fenomena embun es atau biasa disebut embun upas kembali muncul di kawasan dataran tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Rabu (10/6/2026) pagi.

Suhu udara di obyek kompleks wisata candi Arjuna turun hingga minus satu derajat Celcius membuat rerumputan dan tanaman di sekitar kawasan wisata membeku dan tertutup kristal es.

Pemandangan putih akibat embun es terlihat jelas di kompleks Candi Arjuna sejak dini hari. Rumput, daun-daun, hingga sejumlah sudut kawasan wisata tampak diselimuti lapisan es tipis yang terbentuk akibat suhu ekstrem.

Hasta, warga setempat, mengatakan fenomena embun upas mulai muncul sekitar pukul tiga dini hari dan bertahan hingga matahari terbit. Menurutnya, suhu udara yang turun drastis membuat embun di permukaan tanaman membeku menjadi kristal es putih yang menyelimuti kawasan Dieng.

“Kalau suhu sedang sangat dingin seperti sekarang, embun bisa langsung membeku. Biasanya mulai terlihat sekitar jam tiga dini hari sampai matahari terbit. Warga sini menyebutnya embun upas,” ujar Hasta, Rabu (10/6/2026).

Kemunculan embun upas pun langsung menarik perhatian wisatawan. Sejak pagi hari, banyak pengunjung datang ke kawasan Candi Arjuna untuk menyaksikan fenomena alam musiman tersebut sekaligus mengabadikannya menggunakan kamera ponsel.

Seorang wisatawan asal Salatiga, Erwin, mengaku sengaja menginap di kawasan Dieng agar dapat menyaksikan langsung fenomena embun es sejak dini hari.

Menurutnya, hamparan kristal es yang masih terlihat menyelimuti rerumputan saat pagi hari menghadirkan pemandangan yang indah dan jarang ditemui di daerah lain.

“Saya sengaja menginap di Dieng supaya bisa melihat embun es secara langsung sejak subuh. Tadi saat sampai di kawasan Candi Arjuna, rerumputannya masih terlihat putih. Suasananya bagus sekali dan jarang bisa ditemui di daerah lain,” ujar Erwin.

Fenomena embun upas memang kerap muncul saat musim kemarau ketika suhu udara di Dieng mengalami penurunan. Meski indah dipandang, suhu dingin ekstrem juga membuat wisatawan diimbau menyiapkan jaket tebal dan perlengkapan penghangat tubuh saat berwisata. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Iwan Setiawan
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV