SUARA INDONESIA BANJARNEGARA - Peredaran obat terlarang di wilayah Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah dinilai semakin memprihatinkan dan mulai menyasar kalangan pelajar dan remaja dibawah usia 20 tahun.
Kondisi tersebut diungkapkan Camat Wanayasa, Sri Wahyuni saat menghadiri pembukaan Jambore Pesantren Muhammadiyah di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanayasa, Minggu (14/6/2026).
Menurut Sri Wahyuni, peredaran obat-obatan terlarang dengan harga yang relatif murah kini menjadi ancaman serius bagi generasi muda. Bahkan, sasaran peredarannya disebut telah merambah anak-anak usia sekolah, khususnya tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).
"Kecamatan Wanayasa saat ini tidak baik-baik saja. Kami melihat peredaran obat-obatan yang dijual dengan harga Rp5.000 hingga Rp10.000 sudah merambah anak-anak kita, terutama pelajar SMP. Ini sangat memprihatinkan," ujarnya.
Ia menilai kondisi tersebut membutuhkan perhatian bersama dari seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, sekolah, orang tua hingga lembaga keagamaan. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah memperkuat pendidikan karakter dan agama bagi generasi muda.
Karena itu, Camat Wanayasa mengapresiasi pelaksanaan Jambore Pesantren Muhammadiyah yang dinilai mampu menjadi sarana pembinaan karakter, menumbuhkan rasa percaya diri, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di kalangan santri.
Menurutnya, kegiatan positif seperti jambore pesantren dapat menjadi benteng bagi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
"Agama menjadi landasan yang sangat penting untuk membentengi anak-anak kita. Melalui kegiatan seperti ini, mereka tidak hanya mendapatkan pengalaman dan kepercayaan diri, tetapi juga penguatan nilai-nilai keagamaan," katanya.
Ia berharap kegiatan serupa terus digelar sebagai upaya bersama dalam melindungi generasi muda dari ancaman peredaran obat-obatan terlarang sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi anak-anak di Kecamatan Wanayasa. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Iwan Setiawan |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi