SUARA INDONESIA

Syahdu! Diiringi Kiai Kanjeng, Lautan Doa Warnai Haul Bung Karno dan Taufiq Kiemas di Kepanjen Malang 

Aditya Mahatva Yodha - 25 June 2026 | 08:06 - Dibaca 114 kali
Peristiwa Syahdu! Diiringi Kiai Kanjeng, Lautan Doa Warnai Haul Bung Karno dan Taufiq Kiemas di Kepanjen Malang 
Momen usai Santunan Anak Yatim Piatu dan dhuafa pada Acara Tawasulan DPC PDIP Kabupaten Malang, 10 Muharram 1448 H. (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, MALANG - Halaman Masjid At-Taufiq Komplek Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Malang di Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Malang, dipenuhi lautan jemaah pada Rabu (24/6/2026) malam.

Mereka menghadiri acara Tawassulan akbar dalam rangka memperingati Haul ke-56 Sang Proklamator Ir. Soekarno (Bung Karno) sekaligus Haul ke-13 Taufiq Kiemas.

Acara keagamaan yang khidmat ini dimulai tepat pukul 18.00 WIB. Mengawali rangkaian kegiatan spiritual tersebut, DPC PDI Perjuangan menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menyalurkan santunan kepada puluhan anak yatim piatu dan kaum dhuafa yang dihadirkan langsung di lokasi.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, menegaskan bahwa agenda ini menjadi penegasan ideologis bagi seluruh kader. Menurutnya, bulan Juni memang lekat dikenal sebagai "Bulan Bung Karno".

"Kenapa kami mengadakan tawassulan? Hal ini menunjukkan bahwa partai yang didirikan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri ini adalah sebuah partai nasionalis-religius," ujar Didik.

Senada dengan Didik, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Abdul Qodir, menggarisbawahi esensi dari perkumpulan religius ini. Kehadiran ribuan jemaah yang menggaungkan zikir menjadi pemandangan yang menyentuh.

"Lautan doa yang menengadahkan tangan ini hadir sebagai momentum untuk mengenang jasa para pendiri bangsa, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta memanjatkan doa terbaik untuk Indonesia yang damai, bersatu, dan sejahtera," ungkap pria yang akrab disapa Adeng ini.

Suasana religius malam itu terasa semakin megah dan syahdu dengan kehadiran kelompok musik legendaris, Gamelan Kiai Kanjeng. Aransemen musik bernuansa etnik yang menjadi ciri khas Kiai Kanjeng sukses mengiringi lantunan selawat dan doa, membawa kekhusyukan tersendiri bagi seluruh jemaah yang memadati area masjid.

Puncak acara diisi dengan mauidhoh hasanah (ceramah agama) oleh Pengasuh Pondok Pesantren Putri Tebuireng Jombang, KH. Fahmi Amrullah Hadziq (Gus Fahmi).

Ulama yang juga merupakan cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Hadratussyekh KH. M. Hasyim Asy'ari ini, membeberkan kedekatan historis yang kuat antara Bung Karno dan para ulama NU.   

Gus Fahmi memaparkan bahwa Presiden RI pertama tersebut memiliki kedudukan spiritual yang sangat tinggi di mata para kiai nusantara. Bung Karno secara resmi dianugerahi gelar kehormatan keagamaan yang sakral oleh jam'iyah NU.

"Presiden RI Pertama Soekarno dijuluki sebagai Waliyul Amri Dharuri bisy-Syaukah, yaitu Pemimpin Pemerintahan di masa darurat yang memiliki kekuasaan penuh oleh Nahdlatul Ulama," terang Gus Fahmi di hadapan lautan jemaah.

"Dan sampai saat ini, julukan itu masih disematkan untuk beliau meskipun yang bersangkutan sudah tiada," lanjutnya.

Acara Tawassulan peringatan dua tokoh bangsa ini pun ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kerukunan masyarakat Kabupaten Malang, serta keberkahan bagi NKRI. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Aditya Mahatva Yodha
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV