SUARA INDONESIA

Antusias Orang Tua Siswa Warnai Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah di SMPN 25 Makassar

Arya Rahmansyah - 13 July 2026 | 13:07 - Dibaca 54 kali
Peristiwa Antusias Orang Tua Siswa Warnai Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah di SMPN 25 Makassar
Antusias orang tua siswa mengantar putra-putrinya pada hari pertama sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) di UPT SPF SMP Negeri 25 Makassar, Senin (13/7/2026). (Foto: Arya/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, MAKASSAR - Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai hari pertama masuk sekolah sekaligus Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di UPTD SMP Negeri 25 Makassar, Senin (13/7/2026).

Sejak pagi, gerbang sekolah dipadati peserta didik baru yang datang didampingi orang tua. Tak sedikit ayah terlihat mengantar putra-putrinya sebagai bagian dari Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS).

Berdasarkan pantauan awak media, para ayah tampak berjalan berdampingan dengan anaknya menuju gerbang sekolah. Ada yang membantu merapikan seragam, membawakan tas, hingga memberikan pelukan dan pesan penyemangat sebelum anak memasuki lingkungan sekolah.

Kehadiran mereka menghadirkan suasana haru sekaligus menjadi penyemangat bagi peserta didik yang memulai jenjang pendidikan di tingkat SMP.

Pelaksanaan GAMAS di SMPN 25 Makassar merupakan tindak lanjut Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026 tentang Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah.

Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di UPT SPF SMP Negeri 25 Makassar secara resmi dibuka oleh Kepala UPT SPF SMP Negeri 25 Makassar, Akib.

Dilaporkan sebanyak 306 peserta didik baru kelas VII mengikuti upacara bendera yang menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan MPLS.

Kepsek Akib mengatakan pihaknya mendukung penuh pelaksanaan GAMAS karena sejalan dengan konsep MPLS Ramah yang diterapkan di sekolah.

"Kami menyambut baik Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah. Ini bukan sekadar memenuhi program pemerintah, tetapi menjadi momentum membangun kolaborasi antara sekolah dan keluarga," ujar Akib.

"Kehadiran ayah pada hari pertama sekolah memberikan dukungan emosional yang sangat berarti sehingga anak merasa lebih percaya diri, aman, dan nyaman memasuki lingkungan belajar yang baru," lanjutnya.

Menurutnya, keterlibatan orang tua, khususnya ayah, merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Karena itu, sinergi antara sekolah dan keluarga perlu terus diperkuat, tidak hanya pada hari pertama sekolah tetapi juga selama proses pendidikan berlangsung.

Senada dengan itu, Wakil Kepala UPTD SMP Negeri 25 Makassar, Usman Andi, mengatakan antusiasme orang tua terhadap pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) sangat tinggi.

Kata Usman, hal itu terlihat dari banyaknya orang tua yang tidak hanya mengantar anaknya ke sekolah, tetapi juga mengikuti upacara pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

"Respons orang tua sangat luar biasa. Mereka antusias mengantar anak-anaknya dan mendukung kegiatan sekolah. Kehadiran orang tua menjadi penyemangat bagi peserta didik yang baru memulai pendidikan di jenjang SMP," katanya.

Usman menambahkan, pelaksanaan GAMAS tetap perlu melihat kondisi masing-masing keluarga.

"Kalau memang ayah memiliki kesempatan, tentu sangat baik jika bisa mengantar anak ke sekolah. Namun kita juga harus memahami ada orang tua yang bekerja, ada yang memiliki anak di jenjang sekolah berbeda, bahkan ada peserta didik yang sudah tidak lagi memiliki ayah. Yang terpenting adalah dukungan keluarga kepada anak pada hari pertama sekolah," jelasnya.

Salah seorang orang tua siswa, Marwan, mengaku sengaja meluangkan waktu mengantar anaknya setelah memperoleh informasi mengenai GAMAS melalui grup komunikasi orang tua.

"Saya sangat setuju dengan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah. Selama ini yang lebih sering mengantar anak biasanya ibu. Dengan adanya program ini, ayah juga memiliki kesempatan mendampingi anak dan memberikan semangat di hari pertama sekolah," ujar Marwan yang mengantar Putrinya.

Ia berharap gerakan tersebut dapat terus dilaksanakan karena mampu mendorong semakin banyak ayah untuk terlibat dalam mendampingi pendidikan anak.

Melalui pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah, SMPN 25 Makassar tidak hanya menyukseskan program pemerintah, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah, aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik.

Diketahui sebelumnya pelaksanaan GAMAS di SMPN 25 Makassar merupakan tindak lanjut Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026 tentang Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah.

Program tersebut juga sejalan dengan arahan Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan yang mengajak para ayah terlibat aktif mendampingi anak pada hari pertama sekolah.

Pada hari yang sama, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin turut memberikan teladan dengan mengantar putri bungsunya ke Sekolah Alam Bosowa sebelum melanjutkan agenda meninjau pelaksanaan MPLS di sejumlah sekolah negeri di Kota Makassar.

"Sebagai orang tua, perlu memperhatikan anak-anak. Baik di rumah, lingkungan dan juga sekolah," ujar Munafri.

Usai mengantar putrinya, Wali Kota yang akrab disapa Appi itu mengunjungi SMP Negeri 46 Makassar dan SD Negeri Kompleks Lariangbangi Makassar untuk memastikan pelaksanaan hari pertama sekolah berlangsung tertib, aman, nyaman, dan menyenangkan.

"Alhamdulillah, hari pertama masuk sekolah. Kita melihat tadi berjalan aman dan lancar," pungkas Appi. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Arya Rahmansyah
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV