SUARA INDONESIA, PROBOLINGGO – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Probolinggo dalam beberapa pekan terakhir tidak menyurutkan minat wisatawan untuk berwisata petualangan.
Di tengah laporan banjir yang sempat terjadi di delapan kecamatan di Kabupaten Probolinggo, destinasi arung jeram justru mencatat kunjungan yang relatif stabil.
Salah satu lokasi yang tetap ramai dikunjungi adalah Pekalen Rafting di Desa Pesawahan, Kecamatan Tiris. Pantauan di lapangan pada Selasa (20/1/2026) siang menunjukkan aktivitas wisata di kawasan tersebut berjalan normal dan bergeliat.
Sekitar pukul 14.00 WIB, dua unit bus besar yang membawa rombongan wisatawan tiba di area basecamp, bergabung dengan sejumlah wisatawan lokal yang telah bersiap untuk mengarungi jeram Sungai Pekalen.
Bagi pegiat olahraga arus deras, musim hujan justru dianggap sebagai momentum yang dinanti. Aris, kru operator Pekalen Rafting, menjelaskan bahwa karakter sungai saat musim hujan memberikan sensasi yang berbeda dibandingkan musim kemarau.
“Saat musim hujan, debit air relatif stabil dan arus lebih deras, sehingga tantangan dan keseruannya meningkat,” ujar Aris, Rabu (21/1/2026).
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah, tetap menjadikan Probolinggo sebagai tujuan wisata petualangan meski cuaca cenderung ekstrem.
Namun demikian, pengelolaan wisata arung jeram di tengah potensi banjir kiriman membutuhkan penerapan standar keselamatan yang ketat.
Manajemen Pekalen Rafting mengklaim telah menyiapkan sistem mitigasi berlapis untuk meminimalkan risiko kecelakaan akibat perubahan debit air sungai secara mendadak.
Sejumlah langkah pengamanan diterapkan, mulai dari pemantauan debit air berbasis teknologi melalui pemasangan CCTV di beberapa titik strategis sungai, analisis kondisi cuaca di wilayah hulu, hingga penerapan prosedur pembatalan kegiatan apabila indikator keselamatan tidak terpenuhi.
Selain itu, setiap perahu wisata dilengkapi dengan dua kru safety guard berpengalaman guna memastikan keselamatan peserta selama pengarungan.
“Kami memasang banyak CCTV di lokasi sungai. Jika cuaca tidak memungkinkan dan debit air berpotensi berbahaya, maka kegiatan tidak akan kami paksakan. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” tegas Aris.
Hingga saat ini, pihak pengelola menilai kombinasi antara tantangan arus deras dan penerapan protokol keselamatan yang disiplin menjadi kunci utama bertahannya daya tarik wisata arung jeram di Kabupaten Probolinggo, meski berada di tengah tantangan cuaca ekstrem. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Saifullah |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi