SUARA INDONESIA, CILACAP - Kegiatan budaya sedekah laut di Cilacap, Jawa Tengah tinggal menghitung hari. Adapun tradisi nelayan ini akan digelar mulai tanggal 6-11 Juli 2026.
Terdapat sedikitnya sembilan jolen yang akan dilarung ke tengah laut, terdiri dari delapan jolen dari masing-masing rukun nelayan, ditambah satu jolen lainnya dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cilacap.
"Tahun-tahun kemarin, dari HNSI membuat jolen tunggul, dan tahun ini jolen tunggul langsung dari kabupaten," ujar Wakil Ketua IV HNSI Cilacap, Kirsun, Rabu (1/7/2026).
Adapun delapan jolen lainnya dari delapan kelompok nelayan meliputi Pandanarang, Donan, Sidakaya, PPC, Sentolokawat, kemudian Lengkong, Tegalkatilayu dan Kemiren.
Sementara kesembilan jolen yang nantinya akan dilarung ini berisi kepala sapi, sawitan (baju perempuan lengkap dengan daleman serta sejumlah perhiasan seperti kalung, cincin dan anting-anting).
Ada pula aneka buah-buahan, mainan anak-anak, alat pertanian berupa garu dan lainnya. Kemudian kembang telon dan lain sebagainya.
Diketahui, sebelum dilarung, sembilan jolen ini nantinya diarak terlebih dahulu, dimulai dari pendopo kabupaten menuju Pantai Teluk Penyu. "Sebelum dilarung, diarak dulu," ungkap Kirun.
Lebih lanjut, untuk prosesi sedekah laut ini diawali kegiatan tradisi ziarah kubur pada Senin (6/7/2026) pagi ke Karang Bandung, dilanjutkan malam tirakatan di Pendopo Wijaya Kusuma Sakti Cilacap.
"Untuk kegiatan nyekar mulai pukul 06.00 WIB, dan untuk malam tirakatan, kaitannya selain lek-lekan juga syukuran di pendopo," jelas Seksi Sesaji Sedekah Laut ini.
Sedangkan kirab atau arak-arakan sendiri digelar pada Selasa (7/7/2026). "Saat ini, kami sedang melengkapi isi-isi dari jolen yang nanti akan dilarung," kata Kirun.
"Nanti pada hari Selasa sore, ada pagelaran kuda lumping dilanjutkan malam harinya kegiatan wayang kulit di masing-masing kelompok nelayan yang mengadakan," lanjutnya.
Kirun mengungkap tahun ini, HNSI Cilacap tidak mengadakan hiburan kuda lumping maupun pagelaran wayang kulit. Hal ini mengingat keterbatasan anggaran.
Sementara itu, tujuan dari sedekah laut yang digelar nanti sebagai wujud nguri-nguri budaya nelayan di Kabupaten Cilacap serta wujud syukur dari nelayan kepada Tuhan YME.
Disamping itu, merupakan tradisi nelayan yang rutin digelar setiap tahunnya sejak tahun 1875 silam. "Karena bulan ini tidak ada Jumat Kliwon, jadi sedekah laut tahun ini diadakan pada Selasa Kliwon," beber Kirun.
"Harapannya nelayan diberi keselamatan dalam menangkap ikan, syukur diberikan rezeki yang melimpah, ikan-ikan di laut mudah-mudahan juga melimpah agar nelayan bisa menghidupi keluarga," pungkasnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Satria Galih Saputra |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi