SUARA INDONESIA

SMAN 2 Lembang KBB Kebanjiran Pendaftar, Beasiswa Umroh Jadi Unggulan

Asep Tedi - 01 July 2026 | 18:07 - Dibaca 47 kali
Pendidikan SMAN 2 Lembang KBB Kebanjiran Pendaftar, Beasiswa Umroh Jadi Unggulan
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 2 Lembang, Dulhamin Arif Bersama Kepala SMAN 2 Lembang, Anni Kristanti Yunandami. (Foto: dok. Asep/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, KBB - Peminat Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMAN 2 Lembang, Kabupaten Bandung Barat, membludak.

Sekolah ini mencatat sebanyak 1.372 pendaftar, sementara kuota yang tersedia hanya 420 siswa yang akan dibagi ke dalam 10 rombongan belajar (rombel) dengan masing-masing kelas berisi 42 siswa.

Tingginya minat pendaftar membuat SMAN 2 Lembang menjadi salah satu sekolah dengan jumlah pendaftar terbanyak di wilayah tersebut. 

Mayoritas calon murid berasal dari sekolah berbasis pesantren, selain dari SMP negeri dan SMP swasta.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 2 Lembang, Dulhamin Arif, mengatakan banyak lulusan sekolah swasta berbasis pesantren memilih melanjutkan pendidikan ke SMAN 2 Lembang karena memiliki program unggulan berupa beasiswa umroh dan tahfiz Al-Qur'an.

"Banyak sekolah swasta yang mendaftar ke SMAN 2 Lembang memang berbasis pesantren. Hal itu menjadi salah satu poin unggulan di mata masyarakat karena kami memiliki program beasiswa umroh dan tahfiz Al-Qur'an," ujar Arif, Rabu (1/7/2026).

Arif menjelaskan, program beasiswa umroh dilaksanakan setiap tahun dengan memberangkatkan tiga orang siswa dan satu orang guru yang lolos seleksi.

Seleksi dilakukan secara bertahap selama sekitar tiga bulan, dimulai saat peserta berada di kelas XI.

Penilaian meliputi sikap dan akhlak siswa, rapor kontrol ibadah harian, wawancara bersama guru Bimbingan Konseling (BK), tes hafalan Al-Qur'an yang dinilai oleh dewan juri dari luar sekolah, hingga ujian munaqasyah yang juga melibatkan penguji eksternal.

Adapun guru yang mengikuti program ini, harus melalui tahapan seleksi hafalan Al-Qur'an.

"Proses seleksi berlangsung sekitar tiga bulan. Yang dinilai mulai dari etika, akhlak, rapor kontrol ibadah harian, wawancara, tes hafalan Al-Qur'an, hingga munaqasyah yang diuji oleh juri dari luar sekolah. Guru juga mengikuti tes hafalan," kata Arif. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Asep Tedi
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV