SUARA INDONESIA

BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkab Ngawi, Kartonyono Nyambung Janji

Redaksi - 22 July 2025 | 15:07 - Dibaca 778 kali
Advertorial BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkab Ngawi, Kartonyono Nyambung Janji
Pelaksanaan Program

SUARA INDONESIA, NGAWI - Pemerintah Kabupaten Ngawi bersama BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ngawi menggelar Program "Kartonyono Nyambung Janji" sebagai wujud komitmen perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi serta pendidikan di pedesaan.

Kegiatan yang berlangsung di Kurnia Convention Hall, Ngawi, Senin (21/7/2025), ini dihadiri 70 ahli waris penerima santunan kematian, jaminan pensiun, dan beasiswa pendidikan dari ekosistem desa. 

Dalam kegiatan ini dilakukan penyerahan simbolis santunan kematian dan beasiswa pendidikan. Selain itu, juga terdapat sesi paparan materi pengelolaan keuangan, dan pelatihan usaha kecil, dengan 2 narasumber yang berkompeten.

Kepala DPMD Kabupaten Ngawi, Kabul Tunggul Winarno, mengatakan, Pemkab telah menganggarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan melalui APBD untuk melindungi perangkat desa, BPD, hingga RT-RW.

“Ini bukan sekadar administrasi, tapi bentuk kepedulian pemerintah,” tegas Kabul.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Ngawi, Setyoningsih, mengatakan, Program "Kartonyono Nyambung Janji" ini merupakan rangkaian kegiatan dari awal BPJS Ketenagakerjaan Ngawi berkolaborasi dengan Pemkab Ngawi, menggabungkan visi bersama, menjadikan sebuah program bersama untuk mensejahterakan para pekerja terkhusus untuk ekosistem desa.

"Jadi sejak awal sudah kami godok bersama dengan matang bagaimana memproteksi pemerintah desa, BPD, dan RT-RW sejumlah 10.539 orang, dan setelah jadi peserta kami tidak diam begitu saja tapi kami bina, dan ketika terjadi resiko kami service sampai ahli warisnya kami berikan manfaat berupa manfaat perlindungan, pemberdayaan, dan pendidikan," papar Setyoningsih.

"Jadi, lengkaplah program kami, perlindungan, pemberdayaan dengan cara pemulihan ekonomi dari santunan yami berikan berikan," tandasnya.

"Jadi untuk menstimulan sehingga santunan lebih bermanfaat untuk jangka panjang. Dan juga fungsi pendidikan agar anak-anak dari peserta yang meninggal mendapat pendidikan yang layak, sehingga saat keluar bisa bekerja dengan baik dan menjadi pemulihan ekonomi keluarga," jelas dia.

"Jadi fungsi perlindungan, pemberdayaan dan pendidikan ini menjadi 'circle' yang luar biasa, mengangkat harkat derajat para pekerja terkhusus ekosistem desa di Ngawi," tambahnya.

Menurut Setyoningsih, program ini oleh Pemkab Ngawi ini akan dijadikan salah satu inovasi daerah terkait dengan perlindungan yang telah dilakukan BPJS Ketenagakerjaan.

"Terimakasih pada Pemkab Ngawi yang telah menerima ide masukan dari semua stakeholder terkhusus dari BPJS Ketenagakerjaan untuk membuka diri, untuk berkolaborasi memberikan kemanfaatan untuk masyarakat. 

"Jadi, melalui Program "Kartonyono Nyambung Janji" ini kami ingin menyambung harapan keluarga yang ditinggalkan pekerja, lebih dari sekadar memberikan santunan,” ucap Nuning.

Sementara Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun, Anwar Hidayat, mengapresiasi atas ide dan kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ngawi dan Pemkab Ngawi ini. 

Menurutnya, program itu merupakan komitmen bersama untuk kesejahteraan yang berkesinambungan bagi masyarakat. (Gan)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Redaksi
Editor : Satria Galih Saputra

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV