SUARA INDONESIA, SITUBONDO - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Situbondo bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menggelar kegiatan sosialisasi Ngaji Politik bertema “Politik dari Sudut Pandang Agama: Mewujudkan Situbondo Naik Kelas” di Kecamatan Sumbermalang, Jumat (12/12/2025).
Kepala Bakesbangpol Situbondo, Buchari, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Ngaji Politik digagas sebagai upaya untuk menghadirkan pendidikan politik yang komprehensif dan berlandaskan nilai-nilai moral. Menurutnya, masyarakat saat ini menghadapi dinamika politik yang bergerak cepat sehingga diperlukan pemahaman politik yang tidak hanya teknis, tetapi juga etis.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menumbuhkan wawasan dan kesadaran politik yang tidak hanya memahami aspek prosedural demokrasi, tetapi juga aspek etika dan moralnya. Pendidikan politik sangat penting untuk mendorong partisipasi aktif dan bertanggung jawab dalam pembangunan bangsa,” ujarnya.
Buchari juga mengajak para peserta—terutama tokoh agama dan tokoh masyarakat, untuk menjadi agen perubahan yang mampu menyampaikan kembali materi yang diperoleh kepada komunitas masing-masing. Ia menekankan pentingnya menangkal hoaks, menjaga kondusifitas, dan memastikan iklim politik tetap damai serta berintegritas.
“Mari kita jadikan Ngaji Politik ini sebagai momentum memperkuat fondasi demokrasi yang berdasarkan Pancasila,” kata Buchari. Ia turut menegaskan kembali peran Bakesbangpol dalam memfasilitasi pendidikan politik sesuai amanat peraturan perundang-undangan, termasuk Permendagri Nomor 36 Tahun 2010.
Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman politik masyarakat, baik pemilih pemula maupun tokoh lokal, terutama menjelang agenda-agenda demokrasi seperti Pemilu dan Pilkada. Peserta diingatkan mengenai bahaya politik uang, penyebaran berita bohong, serta ujaran kebencian yang berpotensi merusak persatuan bangsa.
Wakil Ketua FKUB Kabupaten Situbondo, Rifan Junaidi, yang hadir sebagai narasumber, menyampaikan materi terkait perilaku politik di Indonesia yang tidak dapat dilepaskan dari konteks keberagaman agama, etnis, dan budaya. Ia menjelaskan bahwa agama memainkan peran strategis dalam membangun etika politik dan kepemimpinan yang jujur serta bertanggung jawab.
“Di satu sisi, agama menjadi sumber etika politik. Namun di sisi lain, keterlibatan agama dalam politik juga menimbulkan berbagai tantangan seperti politisasi agama, konflik identitas, dan potensi diskriminasi terhadap kelompok minoritas,” tuturnya.
Rifan menjelaskan bahwa sejak awal berdirinya bangsa, agama telah menjadi unsur penting dalam pembentukan sistem politik Indonesia. Nilai-nilai keagamaan turut memengaruhi penyusunan kebijakan, pembentukan hukum, hingga pengambilan keputusan publik, sebagaimana tercermin dalam sejarah perumusan dasar negara.
Dalam praktik politik kontemporer, lembaga-lembaga keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tetap memegang peranan signifikan, baik melalui fatwa maupun kontribusi sosial-politik lainnya. Identitas agama juga kerap menjadi salah satu pertimbangan masyarakat dalam menentukan pilihan politik pada setiap pemilu.
Rifan menegaskan bahwa agama dapat membawa dampak positif seperti meningkatkan etika berpolitik, mendorong partisipasi masyarakat, dan memperkuat stabilitas sosial. Namun agama juga dapat menjadi sumber konflik bila digunakan sebagai alat politik untuk memperoleh kekuasaan.
“Identitas agama bisa menjadi pemersatu, tetapi juga berpotensi memecah belah apabila dipolitisasi secara sempit, apalagi menjelang pemilu,” katanya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat serta menjaga agar pemilu tetap menjadi ajang pemersatu bangsa.
Rifan menambahkan, keseimbangan antara agama dan politik perlu dijaga agar agama berfungsi sebagai pedoman moral, bukan alat kekuasaan. Dengan pemahaman yang proporsional, agama dapat memperkuat demokrasi, menghadirkan kepemimpinan beretika, serta mendorong lahirnya kebijakan yang berorientasi pada keadilan dan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan Ngaji Politik di Kecamatan Sumbermalang ini diharapkan mampu memperluas wawasan masyarakat dan memperkokoh nilai-nilai kebangsaan menuju Situbondo yang lebih maju dan berkelas. (ADV)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Syamsuri |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi