SUARA INDONESIA, CILACAP - Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi bersama elemen masyarakat di Cilacap, Jawa Tengah menggelar unjuk rasa di kawasan Alun-alun Cilacap, Selasa (23/6/2026).
Dalam unjuk rasa yang berlangsung damai ini, massa membawa tiga isu krusial yang tengah menjadi perbincangan publik, dan disampaikan saat aksi.
Adapun tiga isu krusial itu yakni desakan evaluasi total program Makan Bergizi Gratis (MBG), kemudian penolakan Kelompok Dana Masyarakat Produktif (KDMP), dan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Saat ditemui, Presiden Mahasiswa Unugha Cilacap, Maryam mewakili massa meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar dievaluasi sebelum dilanjutkan.
"Kalau kita melihat dari dua sudut pandang, ada dampak positif dan negatif. Namun, ada catatan yang memang perlu untuk dievaluasi," ujarnya.
Selain itu, mendorong perbaikan tata kelola pelaksanaan MBG, yang bersih dari korupsi dan benar-benar memberikan dampak optimal di daerah.
"Kalau sudah dibenahi, silahkan dilanjutkan, tetapi semua harus berdasarkan kajian yang jelas dan terbuka," kata Maryam.
Adapun penolakan terhadap keberlanjutan program pemerintah yakni Kelompok Dana Masyarakat Produktif (KDMP), yang dinilai belum memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Cilacap.
"Kita menolak KDMP, dan berharap program ini tidak diteruskan karena kita lihat tidak ada manfaatnya bagi masyarakat," tegas Maryam.
Termasuk di bidang industri. Ia mendorong sumber pendanaan yang ada serta program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), agar lebih diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Cilacap.
"Cilacap itu kan kota industri, banyak PT-PT besar seperti yang kita tahu ada pertamina, PLTU dan lain sebagainya, itu ada dana dari CSR, itu harus dimasukan ke pendidikan, mengingat pendidikan di Cilacap masih minim," tutur Maryam.
"Jadi kami rasa dana ini perlu dialokasikan untuk dana pendidikan supaya ke depan lebih baik lagi," lanjutnya.
Di lain hal, massa mendukung pemerintah daerah dalam memperkuat penanganan dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Cilacap.
"Kami semua mendukung Pemkab Cilacap untuk memberikan ruang aman dan tempat kepada masyarakat biar mereka tidak takut melapor karena sejauh ini, masyarakat itu takut untuk melapor," ujar Maryam.
"Sehingga kami berharap pemerintah dalam hal ini Pemkab Cilacap melalui instansi terkait dapat memfasilitasi, memberikan edukasi kepada masyarakat karena selain korban yang melapor aman, juga ada pendampingan," pungkasnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Satria Galih Saputra |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi