SUARA INDONESIA

Mega Proyek Ujungpangkah Interland di Gresik Utara, Cikal Bakal Kota Bisnis Islami Berkelas Internasional

Rifki Ahmad - 20 June 2025 | 21:06 - Dibaca 3.38k kali
Ekbis Mega Proyek Ujungpangkah Interland di Gresik Utara, Cikal Bakal Kota Bisnis Islami Berkelas Internasional
Site plan Ujungpangkah Interland. (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, GRESIK – Mega proyek futuristik tengah dirintis di pesisir utara Jawa tepatnya di Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik. Proyek bertajuk Ujungpangkah Interland ini bukan sekadar kawasan bisnis biasa, melainkan wujud nyata dari mimpi besar menghadirkan kota pelabuhan, industri, dan wisata beraroma Islami yang tidak hanya modern, tetapi juga bermartabat dan penuh keberkahan.

Berdiri di atas lahan seluas 3.000 hektare, Ujungpangkah Interland dirancang sebagai kawasan terpadu dengan standar internasional. Lokasinya yang strategis, dekat dengan Kota Gresik dan akses langsung ke Surabaya serta Bandara Juanda, menjadikan kawasan ini magnet investasi global.

Lebih dari sekadar kawasan elit, Ujungpangkah Interland juga mengusung filosofi pembangunan yang mendalam, menyatukan spiritualitas, teknologi, dan kemanusiaan.

Mengusung tagline “The Grand Islamic Park of Java”, kawasan ini dirancang untuk menjadi kota mandiri bernuansa Islami yang inklusif. Hunian mewah, fasilitas pendidikan gratis, pesantren, pusat kesehatan, masjid raya, taman-taman tematik, hingga pusat perdagangan halal.

Selain itu, juga area multikultural seperti China Town, Korea Town, hingga Little Arabia mewakili harmoni lintas budaya dalam balutan nilai-nilai Islami akan berdiri di kawasan Ujungpangkah Interland.

Tak hanya membangun fisik kota, proyek ini juga menanamkan nilai-nilai luhur seperti keadilan, persaudaraan, dan tanggung jawab sosial. Ujungpangkah Interland bukan hanya tempat tinggal, tapi simbol peradaban baru yang menempatkan akhlak dan keberlanjutan sebagai pondasi utama.

“Kami tidak ingin membangun kota yang hanya megah secara fisik, tapi juga yang hidup dengan nilai. Di Ujungpangkah Interland, setiap infrastruktur akan bicara tentang keadilan, kemajuan, dan kebaikan bagi semua,” kata pengembang utama proyek Ujungpangkah Interland Agus S.A, Jumat (20/6/2025).

Salah satu aspek yang menjadi sorotan adalah potensi penyerapan tenaga kerja lokal secara besar-besaran. Transformasi tambak dan rawa-rawa menjadi kawasan bisnis akan membuka ribuan lapangan kerja di berbagai sektor—mulai dari konstruksi, logistik, pendidikan, hingga layanan publik.

Proyek ini diyakini mampu menjadi solusi nyata bagi masalah pengangguran di Gresik, yang dikenal sebagai Kota Santri. Dengan mengedepankan pelatihan keterampilan dan pemberdayaan masyarakat lokal, Ujungpangkah Interland akan menumbuhkan ekonomi mikro hingga makro secara inklusif.

“Kami ingin masyarakat lokal menjadi bagian penting dalam kemajuan kawasan ini. Bukan sekadar penonton, tetapi pelaku utama,” tegas Agus S.A.

Sebagai proyek pesisir, pembangunan Ujungpangkah Interland tidak luput dari kritik, terutama terkait dampaknya terhadap lingkungan dan ekosistem laut. Namun, pengembang menjawab dengan komitmen: menggunakan teknologi ramah lingkungan, menerapkan sistem drainase berkelanjutan, hingga konservasi ekosistem pesisir sebagai bagian dari masterplan kawasan.

Selain itu,Pengembang juga berencana menginisiasi zona hijau konservasi dan taman edukasi sebagai bentuk tanggung jawab ekologis sekaligus ruang terbuka hijau bagi masyarakat.

Ujungpangkah Interland dirancang bukan hanya sebagai kota bisnis, tapi landmark peradaban baru dari Indonesia untuk dunia. Dengan dukungan investor global dan stakeholder strategis, kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat ekonomi, edukasi, spiritual, dan pariwisata halal terintegrasi terbesar di Indonesia.

Pembangunan jalan tol dan jaringan transportasi massal akan memperkuat konektivitas kawasan, menjadikannya sebagai simpul strategis antara Pulau Jawa dan pasar global. Kawasan ini juga akan menjadi benchmark baru pengembangan kota masa depan, yang tidak hanya berkelas dunia, tetapi juga berakar pada nilai-nilai kearifan lokal dan spiritualitas Islam.

Di tengah gempuran modernisasi, Ujungpangkah Interland hadir sebagai oase yang menawarkan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan keluhuran akhlak. Sebagaimana air laut yang mengalir tanpa pamrih, kawasan ini bercita-cita menjadi sumber penghidupan, pembaruan, dan peradaban yang tidak hanya mengagumkan secara fisik, tapi juga menyentuh hati setiap insan yang menginjakkan kaki di dalamnya.

Ujungpangkah Interland bukan sekadar kota. Ini adalah pernyataan. Bahwa kemajuan tidak harus mengorbankan nilai. Dan bahwa Islam bisa menjadi ruh dalam pembangunan yang membebaskan. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Rifki Ahmad
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV