SUARA INDONESIA, SURABAYA - PT Asia Pramulia Tbk (ASPRA) membagikan dividen sebesar 20 persen dari laba bersih kepada para pemegang saham setelah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Selasa (9/6/2026).
Direktur Keuangan PT Asia Pramulia Tbk, Arif, mengatakan tekanan terhadap laba bersih dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan baku yang dipicu ketidakpastian geopolitik global, meningkatnya biaya produksi, serta bertambahnya jumlah tenaga kerja.
"Laba bersih tahun ini memang mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Salah satu penyebabnya adalah kondisi geopolitik yang berdampak pada kenaikan harga bahan baku," ujarnya.
Selain itu, biaya produksi juga meningkat, termasuk akibat adanya penambahan karyawan. Disebutkan nilai dividen yang dibagikan mencapai Rp 0,64 per saham dengan tingkat imbal hasil (yield) sekitar 0,4 persen.
Di tengah pembagian dividen tersebut, perseroan mengakui kinerja laba pada kuartal I 2026 menghadapi tekanan akibat meningkatnya biaya produksi dan beban operasional. Meski demikian, manajemen menilai fundamental bisnis perusahaan tetap kuat dan mampu menopang pertumbuhan jangka panjang.
Menurutnya, faktor yang paling besar memengaruhi laba bersih pada awal tahun ini adalah perubahan waktu pencatatan beban Tunjangan Hari Raya (THR) karyawan. Jika pada tahun lalu beban THR dibukukan pada kuartal II, pada 2026 biaya tersebut telah diakui sejak kuartal I.
“Perubahan waktu pencatatan tersebut membuat beban perusahaan pada kuartal pertama lebih besar sehingga menyerap atau mengurangi laba bersih perseroan,” kata Arif.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, ASPRA membukukan pendapatan sebesar Rp 78,29 miliar atau tumbuh 27,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 61,44 miliar.
Namun, justru kenaikan penjualan tersebut diikuti lonjakan beban pokok pendapatan sebesar 32,65 persen menjadi Rp 61,13 miliar dari Rp 46,08 miliar pada kuartal I 2025.
Akibatnya, margin laba kotor turun dari 25 persen menjadi 21,92 persen, sementara margin laba bersih menyusut dari 4,85 persen menjadi 3,87 persen.
Kendati demikian, Arif optimia perseroan masih mampu mencatatkan laba bruto sebesar Rp 17,16 miliar atau naik 11,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp 3,03 miliar, meningkat tipis 1,69 persen dibandingkan Rp 2,98 miliar pada kuartal I 2025.
Di sisi neraca, disebut kondisi keuangan perseroan juga menunjukkan pertumbuhan. Total aset meningkat 5,91 persen menjadi Rp 348,38 miliar dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp 328,94 miliar. Sedangkan total liabilitas naik 10,90 persen menjadi Rp 166,93 miliar, sedangkan ekuitas tumbuh 1,70 persen menjadi Rp 181,45 miliar.
Direktur Utama PT Asia Pramulia Tbk, Ricky Winoto, mengatakan perseroan melihat peningkatan permintaan yang signifikan terhadap kemasan galon 15 liter dan 19 liter sejak IPO hingga memasuki kuartal II 2026.
Karena itu, sebutnya sebagian dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) yang semula dialokasikan untuk produksi botol kecil dialihkan untuk memperkuat kapasitas kemasan ukuran besar.
“Perseroan berencana menambah mesin injeksi untuk memproduksi preform serta mesin blow molding guna meningkatkan kapasitas produksi,” kata Ricky.
Langkah tersebut dilakukan seiring tingkat utilisasi pabrik Asia Pramulia di Pasuruan yang telah mencapai 100 persen.
Selain meningkatkan kapasitas produksi, perusahaan juga memperluas pasar melalui program Aspra Cube, yaitu fasilitas produksi modular berbentuk kontainer yang ditempatkan di lokasi pelanggan.
Ricky menambahkan saat ini sekitar 15 unit Aspra Cube telah beroperasi di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Nusa Tenggara Timur.
Menurut Ricky, skema tersebut membuat distribusi lebih efisien karena satu kontainer mampu mengangkut sekitar 17 ribu preform, jauh lebih banyak dibandingkan sekitar 2 ribu galon jadi.
Untuk mengantisipasi gejolak global, perseroan juga menerapkan strategi buffer stock bahan baku dan memanfaatkan fasilitas lindung nilai (hedging) guna mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
“Dengan fondasi bisnis yang kuat, komitmen terhadap kualitas dan pelayanan, serta dukungan dari seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan, kami optimistis PT Asia Pramulia Tbk akan terus tumbuh secara berkelanjutan dan mampu mencatatkan kinerja yang lebih baik pada masa mendatang,” ujar Ricky.
Ia menambahkan, manajemen akan terus menjaga efisiensi operasional, memperkuat kapasitas produksi, serta menciptakan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan guna mempertahankan momentum pertumbuhan sepanjang 2026. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Jefri Hadi |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi