SUARA INDONESIA

Mengapa Orang Yang Rajin Beribadah Tetap Miskin dan Orang Yang Tidak Pernah Beribadah Kaya? Berikut Penjelasannya!

Ambang Hari - 03 November 2021 | 15:11
Entertaiment Mengapa Orang Yang Rajin Beribadah Tetap Miskin dan Orang Yang Tidak Pernah Beribadah Kaya? Berikut Penjelasannya!

 Ada pepatah yang mengatakan : 

“Yang rajin sholat malah susah dan miskin”

“Yang tidak pernah sholat malah kaya raya”

“Yang muslim banyak yang bodo”

“Yang kafir malah banyak yang pinter-pinter”

Pada makna sifat Al-Wahhab terdapat penekanan dalam sisi jaminan rezeki, banyak atau sedikit, juga sifat Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki), yang mengandung maksud bahwa Allah berulang-ulang dan banyak sekali memberi rezeki kepada semua makhluk-Nya.

Tetapi pada kenyataanya, kehidupan tidak ada perubahannya, tetap masih terpuruk dalam kekurangan.
 
Begitu juga dengan orang yang selalu melaksanakan sholat 5 waktu, Sholat Dhuha tetapi hidupnya masih juga belum berkecukupan. Padahal dia juga sudah melakukan sholat Dhuha beserta Sholat Sunnah lainnya, namun di dalam hidupnya masih belum berkecukupan.

Pandangan Islam Mengenai Hal Tersebut

Selama ini kita telah mengartikan makna dari rezeki. Anggapan kita rezeki itu semata-mata berupa kekayaan, perhiasan dan lain-lain.

Terkadang, Allah memberi kekayaan kepada manusia beserta kesenangannya, akan tetapi Allah tidak memberi taufik dan hidayah-Nya. Sebaliknya, terkadang Allah tidak memberi anugerah kekayaan dunia, akan tetapi menganugerahkan rahmat dan hidayah-Nya.

Allah menahan rezeki manusia, ada kala nya untuk memberi kesempatan baginya mencari taat dan taubat, serta menghindarkannya dari maksiat. atau memberinya kekayaan, tapi tidak memberinya ketaatan dan kesholehan.

Allah memberi kita kelapangan agar kita tidak selalu dalam kesempitan. Allah memberi kesempitan kepada kita agar kita tidak hanyut di waktu lapang. Allah melepaskan kita dari kedua-duanya agar kita tidak menggantungkan diri kecuali kepada-Nya semata.

Rezeki itu memiliki bermacam-macam bentuk. rezeki kekayaan/materi, rezeki waktu, rezeki kesehatan, rezeki keluarga yang menyenangkan dan harmonis, rezeki kebebasan, rezeki bakat pada bidang tertentu, rezeki kepandaian, rezeki kenikmatan. Dan itu semua adalah bentuk-bentuk rezeki dalam hidup.

Masih banyak lagi ragam rezeki lain yang terlalu luas untuk didefinisikan di dalam artikel ini. Hanya Allah semata yang dapat menjabarkannya melalui petunjuk dan hidayah-Nya.

Allah pasti akan memberikan rezeki kepada makhluk yang memintanya, memhono dengan tulus dan ikhlas. Itu artinya, rezeki tidak akan hilang, rezeki hanya akan berubah bentuk dari satu bentuk ke bentuk lainnya.

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.” (HR. Ahmad 4: 145).


Hendaknya, perlu diingat bahwa kita tidak boleh melakukan ibadah apapun dengan niat agar mendapatkan banyak rezeki. Beribadahlah dengan hati tulus dan ikhlas semata-mata hanya karena Allah SWT.
 

Pewarta : Ambang Hari
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV