SUARA INDONESIA

Antisipasi Penyebaran Varian Baru Covid-19, BIN Intensifkan Vaksinasi

Lutfi Hidayat - 22 June 2022 | 08:06
Kesehatan Antisipasi Penyebaran Varian Baru Covid-19, BIN Intensifkan Vaksinasi

PROBOLINGGO - Badan Intelijen Negara (BIN) mengintensifkan vaksinasi guna mencegah penularan Covid-19. 

Terlebih dalam sepekan terakhir, tren kasus aktif Covid-19 di Indonesia kembali meningkat.

BIN melakukan vaksinasi massal di Kota Probolinggo, tepatnya di halaman TPQ Sabilul Falah Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Selasa (21/06/2022).

Vaksinasi ini bekerjasama dengan Puskesmas Kedopok dan tokoh masyarakat setempat.

Kabinda Jawa Timur, Marsma TNI Rudi Iskandar menyampaikan harapannya agar warga Kota Probolinggo ikut aktif mensukseskan program vaksinasi, terutama bagi warga yang belum ikut vaksin dan juga kelompok lanjut usia (lansia).

"Kita harus saling melindungi, khususnya kepada orang tua kita yang rawan terpapar Covid-19 mengingat usia dan daya tahan tubuh yang sudah mulai menurun," kata Marsma Rudi.

"Sinergitas kita bersama Dinas Kesehatan dan jajaran Puskesmas sebagai pelaksana tenis vaksin perlu kita apresiasi, sehingga herd immunity masyarakat dapat dicapai," imbuhnya.

Kedepan, menurut Marsma Rudi, vaksinasi Covid-19 akan diintensifkan dengan dukungan semua pihak, baik masyarakat maupun Pemerintah Kota Probolinggo. 

"Saling mendukung demi melindungi warga kita, masyarakat Kota Probolinggo," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kedopok yang memantau proses vaksinasi, drg. Sutanto Dri Saputro menjelaskan vaksinasi massal tersebut berlaku untuk semua jenis vaksin baik tahap pertama, kedua dan ketiga serta untuk semua kelompok umur.

"Awalnya kita menyiapkan 40 dosis, ternyata antusiasme warga cukup tinggi sehingga kekurangan (dosis vaksin), kita langsung ambil ke Puskesmas," kata Sutanto.

Tokoh masyarakat Kelurahan Jrebeng Lor, M. Gufron Hadi, menyambut baik vaksinasi massal yang digelar BIN dan Puskesmas Kedopok. 

Ia menyebut, masih banyak warga di wilayah tersebut yang belum suntik vaksin tahap 2 dan 3.

"Kalau dulu, masyarakat ketakutan untuk vaksin karena termakan hoaks. Kalau sekarang, Alhamdulillah banyak yang antusias ini buktinya banyak yang datang," tutur pengasuh TPQ Sabilul Falah ini.

Pewarta : Lutfi Hidayat
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya