SUARA INDONESIA

Walapun Pandemi Covid-19, Kuliner Nasi Sodu Situbondo Masih di Kunjungi Pembeli

Heru Hartanto - 02 May 2021 | 12:05
Kuliner Walapun Pandemi Covid-19, Kuliner Nasi Sodu Situbondo Masih di Kunjungi Pembeli

SITUBONDO - Kuliner nasi sodu merupakan salah satu khas makanan masyarakat Kabupaten Situbondo. Walaupun dihandam badai pandemi COVID-19, namun para penikmatan nasi sodu terus berkunjung ke warung milik Sunaya (65), Desa Trigonco, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Minggu (2/5/2021).

Nasi sodu, merupakan nasi campuran antara lauk ikan laut jenis cakalang, sambel terasi taoge dan ketimun serta sayur santan labu kuning. Kuliner nasi sodu ini menjadi makanan favorit masyarakat Kabupaten Situbondo bahkan luar Kabupaten Situbondo.

Keterangan yang disampaikan Sunaya (65), penjual nasi sodu warga Desa Trigonco, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo ini menjelaskan bahwa, pengemar nasi sodu bukan hanya dari kalangan masyarakat Kabupaten Situbondo saja, tapi masyarakat dari berbagai daerah Jawa Timur juga banyak yang mampir untuk menikmati makanan khas Situbondo ini.

“Masyarakat dari luar kota yang akan menuju Pulau Dewata Bali, sering mampir makan nasi sodu di warung saya ini. Walaupun saat ini, para pengunjung warung saya berkurang karena badai pandemi COVID-19. Tapi, saya masih bersyukur setiap hari masih ada pengunjung yang menikmati nasi sodu. Sebelum, pandemi COVID-19 melanda setiap hari, warung nasi sodu saya menghabiskan beras sebanyak 50 kilogram,” tuturnya.

Menurut Sunaya, nasi sodu merupakan kuliner khas Situbondo yang ada di wilayah Kecamatan Asembagus dan Kecamatan Banyuputih. “Nama nasi sodu diambil dari cara penyajiannya yang menggunakan daun pisang, dengan sendok yang terbuat dari daun pisang.

Namun, sambung Sunaya, seiring dengan perputaran waktu, penyajian nasi sodu saat ini menggunakan piring dengan sendok. Tidak lagi menggunakan daun pisang. “Saya membuka usaha nasi sodu sejak 30 tahun silam. Dulu harga nasi sodu seporsinya hanya Rp.3000. Tapi, sekarang satu porsi nasi sodu Rp.7000,” jelasnya.

Tak hanya itu yang disampaikan Sunaya, namun dia juga mengatakan bahwa, pemgemar makanan khas Situbondo ini semakin banyak. “Saya bersukur hingga hari ini masih berjualan nasi sodu dan masih bisa melestarikan kuliner lokal peninggalan para pendahulu saya,” pungkasnya.

Pewarta : Heru Hartanto
Editor : Nanang Habibi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya